SuaraJabar.id - Pelaku perusakan makam di Desa Pakemitan, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat masih misterius. Setidaknya ada 37 makam yang dirusak orang tidak dikenal.
Perusakan makam pun terjadi dengan pola yang sama, yakni tanah yang diambil adalah yang berada di dekat batu nisan. Kerusakan itu berupa lubang menganga dengan kedalaman lebih kurang 50 centimeter dengan diameter 10 sentimeter.
Dari pemeriksaan warga dan kepolisian, tidak ada tulang belulang yang hilang terkait perusakan makam tersebut. Besar kemungkinan, pelaku perusakan hanya mengincar tanah di bagian atas makam.
“Tidak ada tulang yang diambil, karena paling lubangnya hanya ukuran sikut orang dewasa jadi tidak sampai dasar makam,“ kata Sodikin (52), salah satu tokoh masyarakat Desa Pakemitan seperti dikutip Ayobandung.com, Kamis (14/11/2019).
Sodikin mencurigai, kejadian perusakan yang pertama maupun kedua dilakukan oleh warga yang mendalami ilmu hitam atau pesugihan. Sebagai syaratnya, mereka harus mendapatkan atau mengambil tanah pemakaman.
“Kalau dari cerita orang tua dulu, tanah pemakaman itu bisa digunakan untuk ilmu hitam, ya syaratnya itu kudu ngambil tanah kuburan,“ kata Sodikin.
Saepulrohman (38), warga sekitar menambahkan, praktik pesugihan atau ilmu hitam biasanya menggunakan media tanah pemakaman sebagai syarat. Biasanya, syarat tanah makam itu untuk melumpuhkan usaha seseorang.
“Yang saya tahu, biasanya untuk melumpuhkan usaha orang lain itu pakai tanah kuburan. Kalau di wilayah sini memang ada dulu dukun kalau orang kampung bilang, tapi sudah lama meninggal," kata Saepulrohman.
Baik Sodikin maupun Saepulrohman berharap, pihak kepolisian segera mengungkap misteri perusakan makam di kampungnya. Dengan demikian, tidak terjadi saling curiga di antara masyarakat yang akan berujung pada pertikaian.
Baca Juga: Geger 27 Makam Dirusak, Polisi: Hanya Makam Sebelum Tahun 2015 yang Dirusak
Berita Terkait
-
Geger 27 Makam Dirusak, Polisi: Hanya Makam Sebelum Tahun 2015 yang Dirusak
-
27 Makam Mendadak Rusak Gegerkan Warga Tasikmalaya
-
Urung Bertemu Agus Cs, Massa GMBI Bakar Cone Jalan dan Rusak Tulisan KPK
-
Tak Perlu Jauh-jauh ke Arizona, di Tasikmalaya Ada Tonjong Canyon nan Indah
-
Belum Ditahan, KPK Baru Cegah Budi Budiman ke Luar Negeri
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor
-
Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama