SuaraJabar.id - Postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi telah disepakati sebesar Rp 5,8 triliun. Jumlah tersebut turun dari besaran APBD sebelumnya yang sebesar Rp 6,4 triliun.
Meski begitu, anggota legislator Kota Bekasi meminta dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat mengajukan analis bisnis tahun anggaran 2020, sebelum medapatkan penyertaan modal. Sebab, selama ini laporan perencanaan bisnis belum pernah diajukan.
"Belum pernah ada laporan ataupun analisis perencanaan bisnis ke kami," kata Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi Adhika Dirgantara pada Selasa (3/12/2019).
Menurut Andhika, dalam draf APBD Kota Bekasi 2020, pemerintah memberikan penyertaan modal kepada BUMD sebesar Rp 25 miliar. Dana tersebut diambil dari perkiraan surplus APBD 2020.
Adapun, rincian penyertaan modal tersebut sebesar Rp 22,5 miliar diberikan kepada PDAM Tirta Patriot. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan usaha sebesar Rp 10 miliar dan cicilan akusisi Rp 12,5 miliar, sedangkan untuk PD Mitra Patriot Rp 2,5 miliar.
"Sedang kami kejar untuk memaparkan bussnes plan-nya, kalau tidak jelas kami minta ditahan dulu," jelas dia.
Untuk diketahui, RAPBD 2020 disetujui dengan target pendapatan sebesar Rp 5,82 triliun. Rincian tersebut meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 3,01 triliun terdiri dari pajak daerah sebesar Rp 2,2 triliun, retribusi daerah sebesar Rp 164,14 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah dipisahkan sebesar Rp 21,62 miliar dan pendapatan lain yang sah sebesar Rp 710,64 miliar.
Adapun, dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp1,66 triliun. Hal ini didapat dari bagi hasil pajak dan bukan pajak sebesar Rp 152,93 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 1,26 triliun dan Dana Alokasi Khusus Rp 243,97 Miliar. Ketiga, pendapatan dari dana hasil bagi pajak provinsi Jawa Barat ditargetkan Rp 1,14 trilun dan Pemda lainnya Rp 804,58 miliar serta bantuan keuangan dari provinsi atau pemda lainnya sebesar Rp 342,34 miliar.
Sementara itu, anggaran belanja ditarget sebesar Rp 5,8 triliun. Untuk belanja tidak langsung dialokasikan sebesar Rp 2,68 triliun lebih, terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 2,25 trilun, belanja hibah sebesar Rp 135,10 miliar, bantuan sosial sebesar Rp 101,24 miliar, belanja subsidi Rp 6 miliar, belanja bantuan keuangan Rp 33,82 miliar dan belanja tidak terduga Rp 153 miliar.
Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Panggil Kepala Bapenda Terkait Ormas Minta Jatah Parkir
Sedangkan untuk belanja langsung dialokasikan sebesar Rp 3,11 triliun yang terdiri dari penunjang urusan Rp 817,08 miliar dan belanja langsung urusan Rp 2,3 triliun. Adapun surplus anggaran seebsar Rp 25 miliar akan diberikan untuk modal dua BUMD yang ada di Kota Bekasi.
Kontributor : Mochamad Yacub Ardiansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi
-
Dave Laksono: Reshuffle Kabinet Bagian dari Evaluasi dan Penataan
-
Bupati Karawang Tegaskan Mutasi ASN Tanpa Pungutan: Tak Ada Jual-Beli Jabatan
-
Dua Pelajar Terseret Ombak di Pantai Istiqomah, Satu Selamat, Satu Masih Dicari
-
Pria Ditemukan Tewas di Sungai Cipelang, Dokter Forensik Temukan Sejumlah Luka