SuaraJabar.id - Wabah virus corona sudah masuk di Indonesia usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (2/3/2020) kemarin mengumumkan ada dua warga yang terjangkit virus mematikan itu.
Dua warga itu merupakan ibu dan anak yang berdomisili di Kota Depok, Jawa Barat.
Imbasnya, pada Selasa (3/3/2020) pagi ini, banyak penumpang kereta api listrik atau KRL di Stasiun Depok ramai-ramai mengenakan masker.
Salah satu penumpang KRL Lutfi Rahim mengatakan, ia sengaja memakai masker untuk pencegahan dari tertular virus corona.
"Kan sudah ada berita ya. Soal virus corona udah masuk Indonesia. Apalagi orang Depok positif corona. Jadi kami waspada saja," kata Rohim.
Rohim berharap, wabah virus corona tidak menyebar luas karena virus itu mematikan dan belum ada penangkalnya. Maka dari itu, dirinya dan keluarga mengajak untuk pencegahan yang sudah diinformasikan oleh pemerintah.
"Waspada pasti ya. Siapa sih yang mau tertular. Pasti gak mau lah. Paling kita cari cara pencegahannya. Kan obat ya belum ada, " ucap Rohim.
Selain Rohim, Tendy Kurniawan salah satu pengguna KRL lainnya mengaku dirinya tetap menggunakan KRL sebagai moda transportasi. Alasannya, KRL lebih efektif dibanding yang lain.
"Saya sih tetap naik KRL biar cepat," kata dia.
Baca Juga: Banyak yang Kecele, RS Pondok Indah Kena Dampak Kabar Corona Covid-19
Menurutnya, dirinya tidak terpengaruh dengan banyaknya pengguna yang naik dari stasiun di Depok.
Dia meyakini pengguna KRL asal Depok pun menjaga kesehatan dirinya masing-masing.
"Nggak mungkin yang sakit (corona) naik. Pasti kalau dia tahu dan terpapar dia pasti akan berobat dan tidak keluar rumah apalagi naik KRL," ucapnya.
Situasi dalam KRL sendiri kata dia masih seperti biasa. Artinya tidak ada penurunan penumpang akibat panik dan ketakutan akibat virus corona.
"Masih seperti biasa aja sih, ramai padat. Bedanya lebih banyak yang pakai masker sekarang, termasuk saya. Sebelumnya saya nggak pakai masker. Tapi untuk antisipasi, ya jadinya makai masker," imbuhnya.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
Terkini
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri
-
17 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung di Karawang, Ini 5 Fakta Kasusnya
-
Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas
-
Tren Self-Development di Kalangan Gen Z Menguat, 93 Persen Berminat Poles Diri
-
Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun