SuaraJabar.id - Pekerja China proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diduga terinfeksi virus corona. Namun begitu diperiksa, dinyatakan negatif.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Deni Darmawan mengatakan pekerja cina KCIC itu ada di Purwakarta. Dia berinisial TL, berusia 54 tahun. Kejadian itu Januari 2020 lalu.
"Pada Januari lalu, sempat diisukan TKA asal Cina bernama YL (54) terinfeksi virus corona bekerja di proyek KCIC, sempat dirawat di RS Siloam Purwakarta dan menolak dirujuk ke RSHS Bandung. Namun setelah penelusuran ternyata negatif," kata Deni di Purwakarta, Selasa (3/3/2020).
Meski demikian, Dinas Kesehatan Purwakarta telah membentuk tim gerak cepat untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Deni Darmawan mengatakan tim gerak cepat tidak hanya menangani virus corona melainkan penyakit lain. Semisal demam nersarah dengue (DBD), penanganan bencana alam, dan lainnya.
"Kami sudah bentuk tim untuk penanganannya," ungkap dia.
Ia mengaku dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi, Polres, dan Disnakertrans untuk mengawasi warga negara asing maupun tenaga kerja asing yang rentan terkena virua corona.
Selain itu Deni mengimbau kepada warga Purwakarta agar jangan panik, hindari kontak dengan pasien-pasien yang terindikasi dengan keluhan demam tinggi dan sesak nafas berat.
"Hindari bepergian ke negara-negara yang sudah terindikasi corona, dan gunakan etika saat batuk dengan menutup pakai sapu tangan atau masker," ujar dia.
Baca Juga: Buruh China Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung Dikarantina Virus Corona
Berita Terkait
-
Tak Tertular Majikan, RSPI Pulangkan PRT dan Tukang Kebun Warga Depok
-
Pasien Suspect Corona di RSDH Cianjur Adalah Karyawan Telkom
-
Virus Corona di Jakarta, Pemprov DKI Berencana Tambah RS Rujukan
-
Dijaga Ketat Polisi dan Satpol PP, Amigos Resto Bakal Disterilisasi Dinkes
-
DPR Ingatkan Kepala Daerah Tak Ekspos Data Pribadi Pasien Corona
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri
-
17 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung di Karawang, Ini 5 Fakta Kasusnya
-
Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas
-
Tren Self-Development di Kalangan Gen Z Menguat, 93 Persen Berminat Poles Diri
-
Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun