SuaraJabar.id - Rumah Sakit Hermina Sukabumi membolehkan pulang tenaga kerja wanita asal Malaysia di Sukabumi. Perempuan asal Sukalarang itu sebelumnya menjalani isolasi.
Dia sudah bisa pulang karena tidak menandakan gejala ILI atau Influenza Like Illness.
Sebelumnya RS Hermina, melakukan isolasi karena perempuan tersebut menumpangi sebuah kapal Feri untuk pulang dari Malaysia ke Batam yang ternyata di dalam kapal itu ada penumpang terinfeksi Corona.
Adanya tiga penumpang terinfeksi Corona itu diketahui saat petugas melakukan pemeriksaan saat transit di Malaysia. Penumpang itu pun diturunkan di Malaysia.
Perempuan tersebut sejatinya merupakan TKW di Malaysia yang pulang ke Sukabumi pada 18 Februari 2020. Perjalanan pulang dari Malaysia ke Batam naik kapal feri. Kemudian dari Batam, perempuan ini melanjutkan perjalanan pulang ke Sukabumi.
Wakil Direktur Medis RS Hermina Sukabumi Hendy Kurniawan mengatakan, pada Jumat (28/2/2020) kemarin pasien perempuan berusia sekitar 35 tahun tersebut datang ke RS Hermina karena ada yan terasa pada kandungannya. Ternyata saat diperiksa, kandungan anak keempat itu mengalami kontraksi.
"Datang dengan nyeri perut. Setelah diperiksa, ternyata sudah waktunya melahirkan, ada kontraksi. Kondisi janinnya memang kurang sejahtera, jadi kondisinya di bawah kategori yang seharusnya. Ibu tersebut menggunakan JKN PBI. Tapi di sini semua pasien diperlakukan sama. Tim sudah siap, jadi itu namanya tindakan segera, karena protap di kami itu dalam waktu 30 menit harus diambil tindakan, karena kalau tidak, khawatir janinnya tidak tertolong," kata Hendy kepada sukabumiupdate.com, Selasa (3/3/2020).
Saat tim medis bersiap melakukan tindakan untuk persalinan, perempuan itu bercerita kepada dokter jaga. Menurut perempuan itu kurang lebih 10 hari lalu, dirinya baru pulang dari Malaysia menggunakan Kapal Feri ke Batam.
Saat di Feri itu ada pengumuman bahwa ada tiga orang terjangkit Corona. Sehingga pada saat itu juga dilakukan pemeriksaan imigrasi oleh petugas dari negara Malaysia. Namun, banyak TKI yang melarikan diri karena merupakan TKI ilegal. Sedangkan tiga penumpang yang dinyatakan terjangkit Corona itu diturunkan dari kapal feri.
Baca Juga: Virus Corona Masuk Jakarta, DPRD DKI Minta Anies Batalkan Formula E
"Perempuan itu juga ikut panik, paniknya bukan karena corona tapi karena dokumen saat pemeriksaan itu. Tapi, perempuan ini dokumennya lengkap, lalu dicek kesehatannya, dan akhirnya dipulangkan. Perempuan itu cerita, dia takut, karena di kapal itu ada yang positif," kata Herdy.
Dokter jaga itu kemudian melaporkan riwayat perjalanan perempuan itu kepada Hendy. "Dokter jaga langsung melapor kepada saya, dan kita tetap memberlakukan over diagnosis ketimbang under diagnosis," jelas Hendy.
Kemudian persalinan dilakukan dan bayi dari perempuan itu lahir pada Jumat (28/2/2020) malam. Setelah itu, perempuan itu langsung dirawat di ruang isolasi yang memang sudah dipersiapkan pihak rumah sakit.
Pihak RS Hermina langsung melakukan pemantauan kepada perempuan itu. Pasalnya, dalam protap tahap diagnosis virus Corona ada kategori pemantauan, pengawasan dan konfirm.
Isolasi dilakukan selama 14 hari. Sedangkan, isolasi yang dilakukan kepada perempuan itu setelah melahirkan hingga 3 April. Sedangkan perempuan itu pada tanggal 18 Februari 2020 menumpangi kapal feri yang didalamnya ada penumpang yang positif Corona. "Jadi perempuan itu datang ke sini pada hari ke-10 masa inkubasi," imbuh Herdy.
Dalam masa isolasi itu, apabila tidak ada indikasi yang menunjukan ILI (Influenza Like Illness) maka dinyatakan aman. Sebaliknya, apabila dalam 14 hari itu ada gejala ILI, maka dari pemantauan masuk ke tahap selanjutnya masuk yaitu pengawasan.
Tag
Berita Terkait
-
Virus Corona Masuk Jakarta, DPRD DKI Minta Anies Batalkan Formula E
-
Virus Corona, PSSI Tunggu Arahan Pemerintah Soal Pertandingan Sepak Bola
-
Nenek 98 Tahun asal Wuhan Dinyatakan Sembuh dari Corona Covid-19
-
Antisipasi Corona, Ini Kesalahan Umum soal Masker yang Perlu Diketahui
-
Buruh China Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diduga Terinfeksi Virus Corona
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif
-
Mahasiswa Geruduk Kejari dan PN Bogor, Pertanyakan Penanganan Perkara Julia binti Djohar Tobing
-
Skandal Iklan Bank BJB: Lima Tersangka Ditetapkan, KPK Kebut Hitung Kerugian Negara
-
Viral Air Minum Aquviva! Berawal Murah Meriah, Kini Diprotes Konsumen Diduga Rasa Air Keran