Tindakan Idris ini lantas menuai sorotan SAFEnet. Melalui cuitan di akun @safenetvoice, SAFEnet menerangkan tindakan Idris yang menyebarkan data pribadi warganya sama halnya menjadikan pasien virus corona menjadi korban kedua kalinya.
Bersamaan dengan unggahan tersebut, akun @safenetvoice turut membagikan artikel Tempo.co berjudul "SafeNet Kritik Wali Kota Depok yang Ungkap Alamat Pasien Corona".
"SAFEnet mengkritik Wali Kota Depok Muhammad Idris yang membuka identitas dua warga pasien virus corona. "Menyebarkan data pribadi seperti alamat rumah malah menjadikan pasien kembali menjadi korban untuk kedua kalinya," tulis @safenotevoice seperti dikutip Suara.com, Selasa (3/3).
Sontak kritik yang dilayangkan SAFEnet mendapat sambutan dari warganet. Sebagian besar dari mereka pun turut melayangkan protes kepada Idris.
"Kan...Heran buat apa juga. Orang lagi berusaha sembuh malah ditambah-tambah beban. Jahat banget," kata @ucaaguslagk.
"Melindungi identitas warga dugaan corona itu termasuk ke dalam bentuk perlindungan warga negara pak. Bapak ini udah melanggar undang-undang administrasi kependudukan, kudu disunat ieu lambey na walikota depok," tulis @indria_vitri.
"Identitas WNI yang kena corona di luar negeri, gak diumbar sama pemerintah sana cuma daerahnya. Lah ini," timpal @wafdaNH.
SAFEnet mengajak masyarakat agar lebih cerdas dalam memilih konten sebelum menyebarluaskannya ke media sosial menyusul pengumuman virus corona di Indonesia.
Sebab, belakangan di media sosial ramai tersebar identitas lengkap kedua pasien. Mulai dari nama lengkap, alamat, foto, akun media sosial hingga riwayat kesehatan mereka dapat ditemukan di linimasa.
Baca Juga: Dampak Virus Corona, Honda Pangkas Produksi di Dua Pabriknya
"Jangan diedarkan lagi. Menyebarkan data pribadi yang spesifik, apalagi disertai foto dan alamat rumah, bukan tindakan yang benar," tulis SAFEnet di Twitter.
Penyebarluasan identitas pribadi kedua pasien justru akan menjadikan pasien dan keluarga menjadi korban kepanikan masyarakat.
Hal ini justru menambah beban bagi pasien yang sedang menjalani perawatan di ruang isolasi RSPI Dr Sulianti Saroso, Jakarta.
"Tolong pahami, bila Anda ikut menyebarkannya, Anda telah merampas hak korban corona untuk fokus menyembuhkan dirinya. Anda malah menambah beban kepada korban akibat tindakan ceroboh Anda," ungkapnya.
Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
-
Warganet Sebut Indonesia Bisa Meniru Cara Singapura Tangani Virus Corona
-
Rupiah Mulai Merangkak Naik Usai Dihantam Virus Corona
-
Jamaah Umrah Diduga Corona Masih Diisolasi di RS Rotinsulu Bandung
-
2 Warga Depok Positif Corona, Pemerintah Pelototi Dampak Ekonominya
-
Marak Fenomena Panic Buying karena Corona, Ini Cara Meresponsnya!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Ketika Penyandang Disabilitas Tak Berjuang Sendiri, Akses Layanan dan Kesempatan Berkarya Dibuka
-
5 Fakta Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu Rp18,79 Miliar
-
Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu, Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu
-
Jadwal Gila 5 Laga 14 Hari, Persib Bandung Tetap Pasang Target Menang di Kandang Madura United
-
Tipu Pembelian 138 Sapi Kurban, Pedagang di Tasikmalaya Rugikan Korban Rp716 Juta