SuaraJabar.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyiapkan lahan khusus untuk pasien postif terpapar virus corona atau covid-19 di area TPU Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Pemakaman Kota Bogor Toto Guntoro mengatakan area pemakaman khsusus yang disediakan bagi kasus virus corona itu sekitar 200 meter persegi.
"Iya ada (pemakaman untuk jenazah virus corona) di TPU Kayu Manis. Luasnya 200 meteran lah," kata Toto, dihubungi Suara.com, Kamis (26/3/2020).
Toto menjelaskan, lokasi tersebut berada di area pemakaman umum seluas 4,5 hektar. Tidaknya itu, lokasi TPU Kayu Manis rupanya juga kerap dijadikan sebagai pemakamam jenazah tanpa identitas.
"Seluruhnya 4,5 hektar. Sebagia umum, sebagai buat mister x, sebagian lagi untuk corona," jelas Toto.
Terkait prosedur pemakaman jenazah terkait virus corona, pihaknya masih berkordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor dan RSUD Kota Bogor.
"Intinya gini, petugas dari kami akan diberikan APD untuk pemakaman. Seterusnya bagaimana kita ikuti sesuai aturan yang sudah ditentukan tim gugus, kita hanya melaksanakan, kami juga belum mempelajari teknisnya (pemakaman) seperti apa," ungkapnya.
Di sisi lain, pihaknya sudah mensosialisasikan warga sekitar TPU untuk tidak perlu khawatir terkait adanya lokasi yanh disiapkan untuk jenazah virus corona karena dipastikan aman sesuai aturan Kemnkes.
"Kami sudah beri pemahaman kepada masyarakat, mau hasilnya negatif atau positif jenazah dibungkus pakai plastik dan pakai peti. Karena kami juga takut masyarakat salah paham dan resah," tutupnya.
Baca Juga: Perusahaan China Sumbang 40 Ton Alat Kesehatan Lawan Corona untuk Indonesia
Kontributor : Zian Alfath
Berita Terkait
-
Perusahaan China Sumbang 40 Ton Alat Kesehatan Lawan Corona untuk Indonesia
-
Project Pop Rilis Lagu Gara-gara Corona
-
Grand Prix Spanyol Diundur, Balapan MotoGP 2020 Kian Mundur
-
Cara Kerja Aplikasi Tracetogether dari Kominfo untuk Lawan Covid-19
-
Ayu Ting Ting Disebut saat Pemkot Surabaya Bahas Laporan Palsu Virus Corona
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
Terkini
-
Menuju Wisata Pangandaran Kelas Dunia: Saat Hello dan Welcome Menjadi Kunci Masa Depan
-
Gema Perang Amerika-Iran Sampai ke Cibuntu: Harga Tahu Resmi Naik, Perajin Ancam Mogok Massal
-
Antara Hidup dan Mati di Kedalaman 10 Meter: Cerita Penyelamatan Nana dari Dasar Sumur Tua
-
Sisi Lain Libur Lebaran: Saat Pantai Pangandaran Dikepung 110 Ton Sampah
-
Luka di Jantung Kota Santri: Suara Lantang MUI Sukabumi Menolak Kompromi Atas Predator Anak