SuaraJabar.id - Para pegawai negeri sipil atau PNS serbu mal di Bandung yang sudah mulai buka, Senin (15/6/2020). Hari pertama mal mulai beroperasi, ditemukan 3 PNS berbelanja di mal Bandung Indah Plaza (BIP).
Tiga ASN tersebut adalah pejabat dalam lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung. Ketiga ASN tersebut mengunjungi beberapa tenant yang ada di mal BIP untuk membeli kebutuhan pribadi.
Dari pantauan SuaraJabar.id, kunjungan itu dilakukan pada jam kerja, terpantau sejak pukul 11.00 hingga siang, ketiga ASN tersebut masih melakukan aktifitas berbelanja pakaian. Ketiga ASN tersebut mengenakan pakaian dinas lengkap.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Bandung resmi membuka kembali pusat perbelanjaan atau mal mulai Senin (15/6/2020). Meski Kota Bandung masih berada di Zona Kuning, dan masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara Proporsional hingga 26 Juni 2020.
Baca Juga: 2.702 Polisi dan TNI Dikerahkan Jaga 243 Mal di Jabodetabek
Langkah tersebut diambil berdasarkan hasil paninjauan kesiapan penerapan protokol kesehatan di pusat perbelanjaan. Dan sebagai langkah agar roda ekonomi di Kota Bandung bisa terus berjalan.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindutrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengungkapkan pembukaan mal sudah berdasarkan hasil peninjauan terkait kesiapan mal dalam menerapkan protokol kesehatan. Hasilnya, pusat perbelanjaan mal akan kembali beroperasi.
“Berdasarkan hasil peninjauan simulasi dalam menerapkan protokol kesehatan, 23 Mal sudah siap operasionalnya,” ungkap Elly kepada SuaraJabar.id melalui pesan singkat, Minggu (14/6/2020) malam.
Hari pertama pembukaan pusat perbelanjaan dan mall di Kota Bandung, salah satu pusat perbelanjaan mall tertua di Kota Bandung, Bandung Indah Plaza (BIP) mulai ramai didatangi pengunjung.
Pukul 11.00 WIB pengunjung mulai berdatangan di BIP untuk membeli kebutuhan mereka. Beberapa pengunjung juga tampak menikmati suasana mal.
Baca Juga: Dibuka Lagi di Masa PSBB Transisi, Mal di Jakarta Dijaga Polisi dan Tentara
Salah satu pengungjung, Resti (24) menyambut baik pembukan Mal di Kota Bandung, ia mengungkapkan banyak kebutuhan masyarakat di mall yang akhirnya bisa terpenuhi. Kunjungannya hari ini di BIP karena ingin membeli kebutuhannya.
“Bagus karena sudah lama tidak buka, dan ada kebutuhan masyarakat juga yang harus dipenuhi, apalagi kalo mall salah satu yang memenuhi. Ia ke sini karena ada kebutuhan yang ingin dibeli,” ungkap Resti kepada Suara.com di BIP, Jala Merdeka Kota Bandung, Senin (15/6/2020).
Sementara itu, salah satu karyawan tenant pakaian, Anisa Rahmawati (22) mengungkapkan di hari pertama pembukaan mal tenantnya masih sepi pembeli.
“Masih sepi, karena ini hari pertama pembukaan juga,” ungkap Anisa.
Anisa merasa bersyukur mall akhirnya kembali buka, setelah hampir tiga bulan ia dirumahkan. Pembukaan tenant juga diikuti dengan kesiapan protokol kesehatan.
“Senang sudah buka kembali, sudah hampir tiga bulan di rumah (tidak bekerja), kami tetep jaga kesehatan, protokol kesehatannya tetap dijaga pihak mallnya mengharuskan,” ungkap Anisa.
Sementara itu, Markom Manager BIP dan IP, Aditia Fahmi mengungkapkan pihaknya menerapkan protkol kesehatan dengan ketat. Pengecekan suhu tubuh dan lainnya dilakukan dengan ketat, bila ada pengunjung yang melebih suhu tubuh maka akan langsung disuruh ke fasilitas kesehatan.
“Untuk protokol kesehatan itu di mulai dari pintu masuk kita sudah harus menerapkan physical distancing, lalu kita pengecekan suhu, wajib masker untuk seluruh customer di seluruh area mall, bila suhu tubuh di atas 37.5 kami larang masuk ke area mall dan kami sarankan untuk mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat,” ungkap Aditia.
Untuk pengecekan suhu tubuh, pada pintu utama mengenakan teknologi pengecekan otomatis, untuk pintu lainnya pengecekan manual menggunakan thermogan, karena kita antisipasi pengunjung terbanyak masuk melalui pintu utama.
“Untuk di pintu loby utama kami ada thermal kamera di mana langsung otomatis detek suhu tubuh setiap orang yang masuk lalu di situ juga ada langsung kita capture bila tidak menggunakan masker dan suhu tubuh di atas 37.5 langsung ada peringatan, lalu tim security kami akan menegur dan juga menghimbau tidak dipersilahkan masuk” ungka Aditia.
“Untuk pengecekan kami menggunakan teknologi secara otomatis, begitu juga untuk mengcounter yang masuk,” lanjut Aditia menambahkan.
Aditia mengungkapkan Kapasitas mall BIP 30 persen sekitar 14 sampai 18 ribu. Pintu masuk yang diaktifkan ada tiga, pintu keluar hanya ada dua.
Untuk tenant yang masih tutup yakni di area salon, area permainan anak, bioskop, entertainmen tidak diijinkan untuk sementara.
Kontributor : Emi La Palau
Berita Terkait
-
Mengintip Kemegahan Masjid Al Jabbar, Tempat Ibadah yang jadi Salah Satu Wisata Religi di Bandung
-
Media Malaysia: Jordi Amat Diincar 2 Klub Indonesia
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Kontrak di Sabah FC Habis Mei 2025, Saddil Ramdani Dirumorkan Gabung Persib Bandung
-
Tak Sampai Rp2 Juta, Kemensos Tawarkan Kuliah di Poltekesos, Terjangkau Buat Keluarga Prasejahtera
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar