SuaraJabar.id - Sebuah skandal keuangan mengguncang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut. Tak tanggung-tanggung, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya dana sebesar Rp2,1 miliar yang harus dikembalikan ke kas negara oleh 13 kecamatan.
Temuan ini memaksa Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, turun tangan dan memberikan ultimatum tegas.
Terkini, isu ini menjadi perhatian serius karena menyangkut penggunaan uang publik di level pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat.
DPRD Kabupaten Garut tidak main-main dalam menyikapi temuan BPK ini. Ketua DPRD, Aris Munandar, menyatakan bahwa pihaknya telah membahas temuan tersebut dan menegaskan bahwa pengembalian uang adalah kewajiban mutlak.
"Kita sudah bahas temuan BPK bahwa memang itu wajib dikembalikan," dilansir dari Antara, Sabtu 2 Agustus 2025.
Lembaga legislatif ini akan terus memantau proses pengembalian dana tersebut untuk memastikan tidak ada satu rupiah pun yang diselewengkan.
Batas waktu yang ditetapkan oleh BPK pun sangat jelas, yakni 20 Agustus 2025. Jika sampai tanggal tersebut uang belum kembali ke kas negara, sanksi menanti.
Namun, bentuk sanksi tersebut masih menjadi pembahasan. "Ini sanksinya seperti apa, administratif atau bagaimana, kita nanti akan diskusikan," ujar Aris.
Salah satu poin paling krusial dari kasus ini adalah siapa yang harus bertanggung jawab. Aris Munandar meluruskan bahwa temuan BPK ini tidak terkait dengan pihak ketiga atau rekanan proyek, melainkan murni masalah internal kepegawaian di masing-masing kantor kecamatan.
Baca Juga: Pemkab Garut Akan Tutup Paksa Tempat Hiburan Malam yang Beroperasi di Bulan Ramadan
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pengembalian uang negara ini bersifat personal, bukan kolektif atau ditanggung bersama-sama.
"Siapa yang bertanggung jawab, itu yang harus mengembalikan, bukan 'babarengan' (ditanggung bersama-sama)," tegas Aris.
Menurutnya, penanggung jawab setiap kegiatan harus diidentifikasi. Jika satu kegiatan memiliki penanggung jawab spesifik, maka orang itulah yang wajib mengembalikan dana. Namun, jika seluruh kegiatan dipertanggungjawabkan langsung oleh camat, maka sang camat sendirilah yang harus menanggungnya.
Daftar 13 Kecamatan yang Terseret Temuan BPK
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Garut, Nurdin Yana, membenarkan temuan BPK hasil audit tahun 2024 tersebut. Ia menyatakan bahwa dari 42 kecamatan di Garut, 13 di antaranya harus menyelesaikan kewajiban ini dalam waktu 60 hari sejak temuan diumumkan.
"Ini harus selesai, karena ini temuan," kata Nurdin.
Tag
Berita Terkait
-
Pemkab Garut Akan Tutup Paksa Tempat Hiburan Malam yang Beroperasi di Bulan Ramadan
-
100 Juru Sembelih Hewan di Garut Ikuti Bimtek JULEHA
-
Uang Negara Rp 26,16 Triliun Gagal Dinikmati Koruptor selama Medio Januari-Juni 2022
-
Kejari Geledah Kantor DPRD Garut Cari Bukti Dugaan Korupsi Dana Reses dan Biaya Operasional
-
Video Viral, Anggota Dewan Garut Ngamuk Karena Tidak Dihargai Ketua DPRD, Publik: Ini Namanya Preman Jadi Wakil Rakyat
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Viral Kisah Ketua RT Cuci Darah Usai 10 Tahun Minum Air Galon Isi Ulang, Ahli Soroti Bahaya BPA
-
Kebakaran di Alun-alun Suryakencana, Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Lima Hari
-
Pria di Kota Banjar Ditemukan Meninggal dengan Luka Tusuk, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
The Caffeine Club Hadir di Bandung, Bisa Ngopi Setiap Hari Selama Sebulan
-
Persib Gagal Juara Piala Presiden 2026, Igor Tolic Apresiasi Perjuangan Pemain