SuaraJabar.id - Belum lama ini, Badan Kesehatan Dunia WHO melarang negara di dunia termasuk Indonesia untuk menggunakan hidroksiklorokuin atau klorokuin untuk mengobati pasien Covid-19.
Hidroksiklorokuin sendiri awalnya digunakan untuk mengobati penyakit infeksi malaria. Namun di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, obat tersebut dianggap bisa menjadi solusi mengatasi gejala Covid-19.
Sayangnya, penelitian anyar mengungkapkan bagaimana obat tersebut malah dapat memperparah kondisi pasien Covid-19 terutama mereka yang memiliki masalah jantung.
Di sisi lain, pihak Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM mengklaim telah melakukan penelitian observasi terkait obat tersebut.
Adapun, tulis keterangan BPOM, ada tiga hal yang bisa dijadikan kesimpulan dan alasan kenapa hidroksiklorokuin masih digunakan di Indonesia untuk mengobati gejala Covid-19.
Pertama, hidroksiklorokuin dianggap tidak meningkatkan risiko kematian dibandingkan pengobatan standar pada Covid-19.
Kedua, walau diakui menimbulkan efek samping pada jantung berupa peningkatan interval QT pada rekaman jantung, tetapi obat tersebut dianggap tidak menimbulkan kematian mendadak. "Efek samping ini sangat sedikit karena sudah diketahui sehingga bisa diantisipasi sebelumnya," tulis keterangan pers yang dibagikan BPOM kepada media, Jumat (19/6/2020).
Ketiga, penggunaan obat tersebut dianggap dapat mempersingkat lama rawat inap di rumah sakit pada pasien Covid-19.
"Badan POM RI terus memantau dan menindaklanjuti isu ini, serta melakukan pembaruan informasi melalui berkomunikasi dengan profesi kesehatan, terkait berdasarkan data monitoring efek samping obat di Indonesia, informasi dari WHO dan Badan Otoritas Obat negara lain," tutup BPOM.
Baca Juga: Jadi Pionir, Perusahaan Ini Uji Coba Obat Covid-19 dari Plasma Sapi
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan
-
Duel Senjata Tajam di Sukabumi, Dua Pria Luka Berat
-
Jelang Tanding di Si Jalak Harupat, Polresta Bandung Minta Bobotoh Jaga Nama Baik Persib
-
Lebih dari 10 Santriwati Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Guru Ngaji Jadi Tersangka
-
Persib Comeback 3-1 atas Port FC, Igor Tolic Puji Kecerdasan Pemain dan Umuh Sebut Mental Baja