SuaraJabar.id - Pertengahan Agustus 2020 ini, pemerintah akan melakukan uji klinis penyuntikan vaksin Covid-19. Pelaksanaannya, akan dilakukan di Kota Bandung. Dalam waktu dekat akan dilakukan simulasi uji klinis itu
Hal itu dinyatakan Manajer Lapangan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac, Eddy Fadlyana. Eddy menjelaskan setelah itu akan dilakukan pelatihan tim medis yang melakukan uji klinis vaksin tersebut.
"Besok kan ada acara simulasi sama Sinova-nya, ada pelatihan training juga, nah tanggal 11 Agustus nanti, mulai pemeriksaan awal kesehatan. Semuanya lima kali kunjungan. Nanti akan di swab dulu, dan baru hari Jumatnya penyuntikan," kata Eddy saat dihubungi SuaraJabar.id, Rabu (5/8/2020).
Dalam uji klinis nanti, Eddy mengatakan akan dilakukan penyuntikan sebanyak dua kali secara bertahap. Jangka waktu penyuntikannya, akan berselang waktu selama dua pekan.
"Penyuntikannya dua kali, selang waktunya dua Minggu," kata dia.
Kepada seluruh relawan, Eddy mengatakan pihaknya akan melakukan pemantauan selama enam bulan kedepan. Jika didapati ada keluhan, pihaknya akan langsung menindaklanjuti.
"Kalau ada demam baru melaporkan, atau ada sakit. Mereka (relawan) juga tidak harus isolasi diri setelah penyuntikan vaksin," kata dia.
Sejauh ini ucap Eddy, sudah ada 600 orang yang mendaftar menjadi relawan. Mereka yang mendaftar rata-rata berusia 30 sampai 40 tahun.
"Untuk relawan yang Forkompinda, kita masih data gubernur (Ridwan Kamil) dan rombongannya, yang masih di data," katanya.
Baca Juga: Warga Bogor Didenda Rp 500 Ribu Jika Tak Pakai Masker!
Pada pelaksanaannya, Eddy mengatakan pihaknya akan melakukan penyuntikan vaksin di salah satu ruangan khusus yang sudah di siapkan oleh setiap tempat uji vaksin.
"Pelaksanaannya juga di waktu jam senggang seperti jam 11 ada yang jam 1, jadi di waktu kosong saja," ucap dia.
Ada beberapa titik yang bakalan dijadikan lokasi pengujian. Diantaranya, di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Dago, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Garuda.
SuaraJabar.id mendatangi dua dari enam titik lokasi pengujian vaksin klinis covid-19, yakni Puskesmas Dago dan Puskesmas Garuda, Rabu (5/8/2020).
Sayangnya hanya sedikit informasi yang di dapat. Bahkan suara tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam dua puskesmas tersebut.
Di dua puskesmas tersebut, terlihat ada beberapa petugas yang menggunakan alat pelindung diri. Mereka berjaga mulai dari pintu luar hingga dengan pintu dalam masuk puskesmas.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dedi Mulyadi Hentikan Proyek Data Center Rp3,5 T: IMB dan Amdal Belum Beres, Kok Bisa?
-
Ini Daftar Lengkap Kapolda, Wakapolda hingga Dirreskrimum Baru
-
Operasi SAR Diperpanjang Fleksibel, 55 Korban Masih Dicari
-
Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23
-
Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi