SuaraJabar.id - Pemerintah Kota Bandung terus melakukan penelusuran dan uji swab secara masif kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Hasilnya ditemukan penambahan 72 kasus baru dari sebelumnya 117 kasus. Total kini menjadi 189 ASN terkonfirmasi positif terpapar virus corona.
Wali Kota Bandung Oded M Danial mengungkapkan, dari 189 pegawai yang terpapar Covid-19 tersebut terdiri dari 62 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik dari ASN dan Non-ASN yang tersebar di 32 dinas dan 30 kecamatan.
“Pemerintah Kota Bandung saat ini terus melakukan tes masif kepada ASN di 62 OPD, terdiri dari 32 dinas/badan dan 30 kecamatan. Dan ditemukan 189 kasus positif. Sebelumnya diberitakan 117 orang,” kata Oded di Balai Kota Bandung, Jumat (11/9/2020).
Dari jumlah tersebut, pihaknya mengungkapkan 140 ber-KTP Bandung. Namun hanya 48 orang yang terkonfirmasi betul-betul tinggal di Bandung.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Bogor Tembus 800, Bima Arya Tetap Pilih Lanjutkan PSBMK
Sementara para ASN dan pegawai yang terkonfirmasi positif telah melakukan isolasi mandiri. Dan 50 persen ASN lainnya telah diberlakukan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).
“Para ASN yang terkonfirmasi positif sudah mengisolasi mandiri, sedangkan ASN yang lain telah diberlakukan WFH sejumlah 50 persen,” katanya.
“Temuan kasus merupakan hasil pelacakan aktif disertai kemampuan lab dalam mendiagnosa. Kami punya fasilitas BSL-2 yang bisa bekerja secara cepat,” tambahnya.
Hingga saat ini Kota Bandung berada di zona oranye, yakni memiliki resiko sedang. Dengan angka reproduksi adalah 0,81. Masih di bawah 1, artinya menurut Oded kasus Covid-19 masih terkendali.
Menurutnya kenaikan angka reproduksi disebabkan karena adanaya penambahan kasus. Meski begitu pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan kepada penduduk.
Baca Juga: Marak Klaster Rumah Tangga, Ini Rumah Aman Untuk Isolasi Mandiri
“Kami tidak ingin terjadi fenomena gunung es di Kota Bandung. Jadi, meskipun berkonsekuensi meningkatkan angka kasus, kami terus akan melakukan testing kepada penduduk. Untuk ASN ini kita targetkan sampai 3.100 pengetesan (saat ini sudah 2.631 pengetesan). Setelah ASN, kami juga akan mengetes 7.300 tenaga kesehatan se-Kota Bandung,” ungkap Oded.
Oded terus mengingatkan warga Kota Bandung untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Penjagaan diri dan keluarga perlu diperketat kembali.
“Saya mengingatkan kepada warga Kota Bandung, Covid-19 masih ada dan kini semakin dekat dengan kita. AKB bukan berarti virus sudah mati, justru kita harus memperketat penjagaan diri kita dan keluarga,” ungkapnya.
Hingga saat ini, ruang isolasi di Kota Bandung masih tersedia dengan cukup. Dari 460 tempat tidur di 27 RS rujukan Covid-19 di Kota Bandung, yang terisi 138 tempat tidur atau 30 persen. Jadi masih tersedia 322 tempat tidur.
Khusus fasilitas milik Pemkot Bandung, yaitu RSKIA dan RSUD Kota Bandung, kapasitas masih tersedia.
"Di RSKIA khusus bagi suspek positif yang tidak bergejala. Sedangkan suspek t positif yang bergejala kami tempatkan di RSUD Kota Bandung," katanya.
Kontributor : Emi La Palau
Berita Terkait
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Whoosh Dibanjiri Penumpang! 240 Ribu Orang Pilih Kereta Cepat Selama Libur Lebaran
-
Update Harga Tiket Lembang Park & Zoo Terbaru 2025: Jangan Sampai Kehabisan Tiket!
-
Cegah Kepadatan Arus Balik Lebaran, Pemudik Akan Dialihkan Lewat Tol Fungsional Jakarta-Cikampek II
-
ASN Tak Boleh Telat di Hari Pertama Masuk Kerja Usai Lebaran, Wamendagri: Nggak Bisa Santai-santai!
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar