SuaraJabar.id - Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan gelaran Piala Dunia U-20 pada 2021 tak hanya jadi seremonial semata tapi bisa mendongkrak ekonomi hingga pariwisata di wilayahnya.
Pemkab Bandung sendiri menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20 setelah PSSI menunjuk Stadion Si Jalak Harupat sebagai arena pertandingan. Gelaran akbar ini tentu disambut suka cita oleh Pemda juga masyarakat namun harus memberikan dampak positif yang berkepanjangan.
"Terlepas dari penyelenggaraan dunia, kami harapkan jadikan ini (Piala Dunia) momentum kami mendongkrak promosi daerah, produk unggulan daerah, produk sektor informal," ujar Sekretaris Dispora Kabupaten Bandung Irvan Ahmad saat ditemui di Stadion Si Jalak Harupat, dilansir Antara, Rabu (23/9/2020).
Menurutnya, gelaran Piala Dunia U-20 pasti bakal menyedot massa dari berbagai belahan dunia, meskipun tak semeriah Piala Dunia tim senior. Menariknya, bakal banyak pemandu bakat yang berdatangan dari tim-tim besar Eropa untuk melirik pemain potensial.
Melalui pemandu bakat serta stasiun-stasiun televisi internasional, daerah bisa diuntungkan mempromosikan produk unggulan daerah khususnya Kabupaten Bandung melalui beragam keindahan alam yang dimiliki.
"Itu semua lini-lini fungsi organisasi harus bergerak, semuanya harus terpromosikan. Inilah event besar yang harus dimanfaatkan benefitnya untuk masyarakat Kabupaten Bandung dan juga Jawa Barat umumnya," kata dia.
Sementara itu, Kepala UPTD Stadion Si Jalak Harupat Raden Mulyana berharap seluruh pihak sama-sama menyukseskan penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Baginya, gelaran itu memiliki nilai tambah sebagai bahan pembelajaran bagi anak-anak muda langkah untuk menapaki sebagai pemain profesional.
Di samping itu, ia juga mendorong masyarakat pecinta sepak bola untuk datang ke stadion guna menyemarakkan gelaran akbar ini. Sebab, nantinya Indonesia bakal menjadi pusat perhatian masyarakat dunia sehingga memudahkan jika akan menggelar kegiatan internasional.
"Jadi keuntungan buat kita. Sebab nanti mata dunia akan tertuju ke kita. Kalau kita semarak maka kita juga bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia yang profesionalnya," kata dia.
Baca Juga: Melihat Renovasi Stadion Gelora 10 November Surabaya
Di tengah hiruk pikuk itu, muncul sikap dilematis dari masyarakat. Salah satu warga Kota Bandung, Solehuddin, berharap Piala Dunia U-20 mudah diakses untuk seluruh kalangan. Ketakutannya, meski dekat dengan semarak Piala Dunia namun harga tiket yang mahal menjadi penghalang untuk menyaksikan pertandingan.
"Saya sih bangga Piala Dunia bisa digelar di Bandung. Tapi tetap masyarakat bisa mengakses ke pertandingan. Jika tiket mahal lantas siapa yang akan menyemarakkannya," kata Soleh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat
-
Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong
-
Nonton Pestapora 2026 Makin Praktis, Ada Cashback 20 Persen Pakai QRIS BRImo
-
Daftar Narapidana yang Diduga Dapat Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
-
Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah