SuaraJabar.id - E-commerce SIRCLO mencoba menangkap peluang bisnis busana ukuran besar atau plus size dengan memberikan perhatian khusus pada segmen fesyen ini memanfaatkan fitur pembayaran dan pembaruan stok secara real-time, sehingga pembeli bisa melakukan pemesanan kapan saja dan di mana saja, bahkan dari luar negeri.
Tiga merek fesyen plus size lokal yang telah bergabung di SIRCLO adalah Bigissimo, Pofeleve, dan Jeny Plus Size, yang ketiganya sadar bahwa platform online menjadi salah satu pemasaran yang menjanjikan.
“Melihat tren positif dari industri busana plus size di Indonesia, kami optimis bahwa persepsi masyarakat akan semakin inklusif terhadap produk busana lokal yang masih niche ke depannya,” kata Founder dan CEO SIRCLO, Brian Marshal, dalam siaran pers, Sabtu (17/10/2020).
Selama pandemi Covid-19, Bigissimo, Pofeleve, dan Jeny Plus Size memaksimalkan kanal penjualan online untuk menjangkau pembeli. Menurut prediksi dari Credence Research, penjualan digital busana plus size melalui website, situs belanja online, atau pun media sosial akan mengalami pertumbuhan tertinggi dalam periode 2018-2026.
Hal ini disebabkan karena penjual tidak membutuhkan ruangan besar untuk inventaris serta display toko, dan penjualan digital dapat mengurangi jumlah pembeli yang selama ini merasa sungkan ketika terlihat berbelanja di toko offline busana plus size.
Dengan sistem yang otomatis di SIRCLO, mereka bisa mengalokasikan waktu dan aset mereka untuk mengembangkan aspek strategis dan inovasi bisnis.
Boby Adi Pratama, Co-founder Bigissimo, menyatakan bahwa 60-70 persen total penjualan brand berasal dari pembeli setia. Karena itulah, mereka sangat tekun menjaga loyalitas pembeli dengan strategi level keanggotaan. “Misalnya, di Bigissimo, pembeli bisa menjadi anggota level 1 setelah membeli 3 produk, lalu level akan naik setelah melakukan repeat order.”
Sebagai mitra dari para brand untuk berjualan online, SIRCLO berupaya memaksimalkan kehadiran mereka secara multichannel, yaitu dengan mengoperasikan berbagai kanal penjualan digital di saat yang sama, seperti website milik sendiri, penjualan via WhatsApp (yang memudahkan belanja dan sharing produk secara WOM), dan marketplace.
Layanan-layanan ini dirancang untuk menyesuaikan dan melengkapi strategi-strategi brand busana plus size yang berbeda-beda dalam menjangkau calon pembeli dalam maupun luar negeri. Di samping itu, SIRCLO juga membantu Bigissimo, Pofeleve, dan Jeny Plus Size untuk mengembangkan upaya pemasaran digital, iklan, dan strategi promosi lainnya.
Baca Juga: Produk Olahan Kelapa Asal Thailand Masuk Pasar e-commerce Indonesia
Menurut data dari Credence Research, potensi pasar global untuk industri fesyen plus size perempuan mencapai Rp2.400 triliun atau USD 165 miliar pada tahun 2017. Industri ini diprediksi akan terus mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 4,4 persen pada periode 2018-2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Konflik Timur Tengah Memanas, Pemkab Cianjur Berjuang Pulangkan Ratusan Buruh Migran
-
Polisi Gempur Judi Sabung Ayam di Selaawi Garut, Arena Ilegal Kini Rata dengan Tanah
-
Ditemukan Makanan Kualitas Buruk, BGN Setop Operasional Puluhan SPPG Program MBG
-
Kepatuhan Pelaporan CSR di Sukabumi Jadi Sorotan Akibat Defisit Tata Kelola
-
UMK Baru, Pekerja Sukabumi Perlu Disiplin Finansial Melalui Pola 50/30/20