SuaraJabar.id - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu mengungkapkan, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum yang tepat untuk membuktikan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Peristiwa yang baru-baru ini terjadi di Prancis berupa penghinaan kepada Nabi Muhammad dan Islam menjadikan PKS tidak bisa diam dan bergerak sebagai tanda bukti cinta kepada Nabi.
"Alhamdulillah PKS sudah bergerak membela Rasulullah. Saya atas nama Presiden PKS secara resmi kemarin menulis surat kepada Presiden Emmanuel Macron dan pada hari Jumat (30/10) kemarin sudah disampaikan surat itu melalui Duta Besar Prancis di Jakarta," terang Syaikhu, dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (2/11/2020).
Hal tersebut disampaikannya dalam Peringatan Maulid Nabi SAW yang berlangsung di Kantor DPP PKS, Jakarta, Minggu (1/11/2020) malam.
Syaikhu menambahkan penghinaan ini menjadi hal yang dikecam dan dikutuk keras oleh PKS, sebab sudah provokatif dan tidak sesuai dengan nilai fundamental demokrasi, serta penghormatan terhadap keberagamaan, dan nilai-nilai kebhinekaan.
Sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, Syaikhu menjelaskan bahwa PKS telah mendesak Presiden Macron untuk mencabut pernyataannya dan meminta maaf kepada seluruh umat Islam di dunia.
"Saat kita mencintai seseorang maka tak akan pernah rela jika ada seseorang yang kita cintai dihinakan dan dinistakan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Syura PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri prihatin atas pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang justru mendukung karikatur Nabi Muhamad SAW.
"Pemimpin yang seharusnya membuat situasi kondusif, kenyataannya juga memberikan dukungan. Bahkan, biasa-biasa saja. Dia tidak tahu bahwa apa yang mereka lakukan tersebut melukai 1,7 milyar umat Islam di seluruh dunia," ucap Habib Salim.
Baca Juga: Heran Karikatur Nabi Muhammad Diributkan, Denny Siregar: Itu Bukan Nabi Gue
Habib Salim yakin bahwa orang yang memperolok-olok Rasulullah akan dihancurkan langsung oleh Allah SWT, sebagaimana dalam Alquran telah dibuktikan.
"Sejarah telah membuktikan itu semua. Allah memelihara, menjaga Rasul dari kejahatan mereka. Sepanjang sejarah, mereka yang menghina dan memperolok Baginda Rasul akan terjadi banyak azab dan musibah terjadi pada mereka semua," ujar Habib Salim.
Dalam acara tersebut, Habib Salim juga mengingatkan bahwa pembelaan yang dilakukan kepada Rasulullah harus dilakukan dengan cara yang islami.
"Kita sebagai umat Islam yang jumlahnya lebih dari 1,7 milyar di dunia pasti semua tidak rela kalau Rasul kita dijelek-jelekan, dipermainkan, dibuat karikatur. Kita harus membalasnya dengan cara yang islami," pesan Habib Salim. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Menembus Kepulauan Talaud, Mantri BRI Jadi Penggerak Pertumbuhan UMKM hingga Pelosok
-
Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya
-
BPBD Pangandaran Waspadai Peningkatan Risiko Kebakaran Hutan Selama Musim Kemarau
-
Tinggalkan Bogor Usai Gelombang Geseran Kejagung, Denny Achmad Kini Jadi Asintel Kejati Jakarta
-
Daftar Lengkap 90 Kajari Baru Pilihan Jaksa Agung, Cek Siapa Nahkoda Baru di Daerahmu