SuaraJabar.id - Seekor ular King Cobra tiba-tiba muncul di perkebunan warga Kampung Sumurpompa RT 01/02 Desa Mandrajaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.
Warga menyebut, ukuran ular tersebut cukup besar. Panjangnya mencapai tiga meter. Sedangkan diameter tubuhnya sebesar paha orang dewasa.
Warga menemukan King Cobra tersebut dalam posisi melingkar di tengah-tengah kebun.
"Pertama muncul hari Senin (2/11/2020) kemarin di kebun cabai milik warga dalam posisi melingkar. Terus perutnya besar, seperti sudah memangsa," kata warga setempat, Agus (44 tahun) kepada sukabumiupdate.com-jaringan suara.com, Selasa (3/11/2020).
"Terus muncul lagi tadi sore sekitar pukul 15.00 WIB sekitar tiga meter dari posisi kemarin. Terlihat sama anak kecil yang sedang main di kebun mangga. Diusir lagi, disuruh pergi dengan cara dilempar," imbuh Agus.
Warga yang lainnya semakin was-was dan khawatir setelah mengetahui bahwa ular tersebut adalah salah satu ular paling berbisa di dunia, yakni King Cobra. Warga khawatir ular tersebut nantinya menyerang manusia, terutama anak-anak.
"Warga pun mengecek ke lokasi, ternyata jenis ular berbahaya. Awalnya diusir namun malah pasang posisi siap menyerang, sehingga sama warga dipukul pakai bambu," kata Agus lagi.
"Takutnya juga menyerang pada warga yang akan bercocok tanam di kebun, sehingga ular tersebut dibunuh. Ini baru pertama kali ada ular King Cobra yang lumayan besar di tempat ini. Sepertinya karena musim hujan, jadi ular ini sering keluar mencari mangsa," terangnya.
Baca Juga: Tak Mampu Bayar Kontrakan, Sri Mulyani Tinggal di Kandang Domba
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Tega Lakukan Kekerasan Seksual, Anak Tiri di Cirebon Laporkan Ayah Sambung ke Polisi
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
Tanpa Bojan Hodak dan Dua Pilar Asing, Bos Umuh Tuntut Persib Tetap Bermental Juara
-
Terungkap! Pembunuhan Pelajar di Bantaran Citarum: Pisau Dapur Sudah Disiapkan Pelaku