SuaraJabar.id - Penerimaan pajak masih jauh dari harapan target pemerintah. Sebab, penerimaan pajak hingga Oktober 2020 baru mencapai 69 persen dari target.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat, penerimaan pajak pada Oktober 2020 baru mencapai Rp826,9 triliun dari target sebesar Rp1.198,8 triliun.
Capaian penerimaan pajak pada oktober lalu juga tercatat turun 18,8 persen jika dibandingkan realisasi Oktober 2019.
"Berbagai jenis pajak alami tekanan karena adanyaa pemanfaatan isentif lajak yang diberikan seluruh perekonomian," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa secara virtual, Senin (23/11/2020).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini merinci, penerimaan Pajak Penghasilan atau PPh Non Migas tercatat sebesar Rp450,67 triliun dari target Rp638,52 triliun. Kemudian, PPh Minyak dan Gas Bumi/Migas baru capai Rp26,37 triliun dari target Rp31,86 triliun.
Selanjutnya, Pajak Pertambahan Nilai/PPN dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah atau PPnBM baru mencapai Rp328,98 triliun dari target Rp507,52 triliun.
Lalu itu, Pajak Bumi dan Bangunan/PBB serta pajak lainnya tercatat sebesar Rp20,92 triliun dari target Rp20,93 triliun.
Sementara itu dari sisi sektor, pada sektor perdagangan, penerimaan neto pajaknya alami penurunan 19,86 persen. Penerimaan pajak sektor jasa keuangan juga alami kontraksi dengan minus 9,80 persen.
Selain itu, penerimaan pajak sektor konstruksi dan real estate juga minus 20,29 persen, serta diikuti transportasi dan pergudangan yang juga minus 12,65 persen.
Baca Juga: Menteri Sri Mulyani: Meski Ekonomi Mulai Membaik, Tapi Masih Rapuh
Namun, penerimaan pajak pada sektor pertambangan penurunannya paling tajam yang sebesar 43,80 persen.
"Penerimaan pajak neto Januari-oktober ini dikolom pertumbuhan digambarkan Kontraksi sangat dalam dari perekonomian yang tergambarkan dari peneriaman pajak," pungkas Sri.
Berita Terkait
-
Target Penerimaan Bea Cukai Rp334 Triliun di 2026, Para 'Ngudud' Jadi Tulang Punggung
-
Ikut Karnaval Kemerdekaan HUT RI ke-80, Sri Mulyani Diteriaki Warga: Turunin Pajak Bu!
-
Kekayaan Sri Mulyani di LHKPN, dari Rp4,5 Miliar hingga Hampir Tembus Rp100 Miliar
-
Rentetan Blunder Sri Mulyani dalam Sepekan: Gaji Guru Jadi Beban, Pajak Disamakan Zakat
-
Dear Sri Mulyani: Jangan Salah Paham, Ini Lho Beda Pajak dan Zakat
Terpopuler
- Sehat & Hemat Jadi lebih Mudah dengan Promo Spesial BRI di Signature Partners Groceries
- Sahroni Blak-blakan Ngaku Ngumpet di DPR saat Demo 25 Agustus: Saya Gak Mungkin Menampakan Fisik!
- Baru Sebulan Diterima, Bantuan Traktor untuk Petani Cianjur Malah Dijual Ketua Gapoktan
- Dilakukan Kaesang dan Erina Gudono, Apa Makna Kurungan Ayam dalam Tedak Siten Anak?
- Senang Azizah Salsha Diceraikan, Wanita Ini Gercep Datangi Rumah Pratama Arhan
Pilihan
-
Harga Emas Antam Makin Mahal, Hari Ini Dipatok Rp 1.964.000 per Gram
-
Driver Tewas Dilindas Rantis, Ojol Jarang Terlihat di Jalan Jakarta Hingga Ada Rencana 'Off Bid'
-
Driver Gojek Tewas Dilindas Mobil Rantis Polisi, GoTo Lakukan Investigasi Menyeluruh
-
Ledakan Followers! Klub Eropa Raup Jutaan Fans Berkat Pemain Keturunan Indonesia
-
Demo Hari Ini 28 Agustus: DPR WFH, Presiden Prabowo Punya Agenda Lain
Terkini
-
Sinyal Kuat Bojan Hodak: Thom Haye dan Federico Barba Berpeluang Debut untuk Persib Kontra Borneo FC
-
Kepala Desa di Bogor Diduga Terima Gratifikasi Rp2,3 Miliar
-
Klaim 5 Saldo Dana Kaget, Ngopi Sepulang Kerja Jadi Lebih Nikmat
-
Dari Bantuan Jadi Bancakan: 8 Fakta Miris Korupsi Traktor Petani Cianjur
-
Bukan Pelaku Tunggal? Jaringan Korupsi Traktor Cianjur Diburu Lintas Provinsi