SuaraJabar.id - Bukan dari China, pakar menyebut virus Corona yang saat ini menyebabkan pandemi global berasal dari Italia.
Alexander Kekule, seorang ahli virologi asal Jerman mengatakan bahwa sekitar 99,5 persen dari virus corona yang menyebar ke seluruh dunia saat ini merupakan jenis virus yang bermutasi di Italia utara.
Dalam program Markus Lenz, yang disiarkan oleh lembaga penyiar ZDF, Kekule menyebutkan bahwa virus yang sedang menjangkit di seluruh dunia disebut virus jenis G, yang mengubah gennya dan kini sangat mungkin lebih menular dari jenis virus yang berada di Wuhan.
Sejak 1999 Kekule menjabat sebagai pimpinan Mikrobiologi Medis dan Virologi di Universitas Halle-Wittenberg dan Direktur Institut Mikrobiologi Medis di KIinik Universitas Halle.
Dalam wawancara tersebut Kekule mengungkapkan bahwa awal tahun ini wabah virus asli yang tak terdeteksi meledak selama beberapa pekan di Italia utara.
Hingga ditemukan pada Februari, virus memiliki cukup waktu untuk tumbuh secara optimal di kawasan ini, di mana salah satu jenis virus yang lebih menular muncul.
Virus menyebar ke Amerika Serikat dan Eropa dari Italia utara, sementara China berhasil mengendalikan virus dengan berbagai langkah pencegahan.
Titik awal pandemi bukan berada di Wuhan, ungkap Kekule, menambahkan bahwa menurut sidik jari genetik, para ilmuwan dapat memastikan bahwa 99,5 persen dari virus yang sedang menyebar di seluruh dunia kini dapat ditelusuri ke virus yang muncul di Italia utara. (ANTARA)
Dokumen Rahasia dari China Bocor
Baca Juga: Jalani Isolasi Mandiri, Anies Baswedan: Ini Baru Pertama Kali IG Sendiri
Sebelumnya, kumpulan dokumen yang baru bocor merinci bagaimana China ceroboh dalam menangani hari-hari awal pandemi, termasuk merendahkan data Covid- 19 dan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk mendiagnosis kasus baru, menurut sebuah laporan pada hari Senin.
Sebuah dokumen dengan tebal 117 halaman yang diperoleh CNN menguraikan bagaimana pejabat kesehatan di Hubei, tempat virus pertama kali terdeteksi, terhambat oleh kekurangan dana kronis, yang menyebabkan kesenjangan dalam staf dan peralatan pengujian.
"Jelas mereka melakukan kesalahan - dan bukan hanya kesalahan yang terjadi ketika Anda berurusan dengan virus baru - juga kesalahan birokrasi dan bermotif politik dalam cara mereka menanganinya," kata Yanzhong Huang, seorang rekan senior untuk kesehatan global di Council on Foreign Relations seperti dilansir dari New York Post.
Makalah, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Hubei, mengungkapkan ketidakkonsistenan antara apa yang diketahui para pejabat pada awal wabah dan apa yang mereka laporkan secara publik, kata laporan itu.
Pejabat China tampaknya sebenarnya meminimalkan dampak epidemi setiap saat, termasuk dengan tidak memasukkan jumlah kasus yang dicurigai secara total pada awalnya, kata William Schaffner, profesor penyakit menular di Vanderbilt University.
Sebuah laporan dari Hubei bertanda "dokumen internal, tolong jaga kerahasiaan" menunjukkan bagaimana pejabat kesehatan setempat pada 10 Februari melaporkan 5.918 kasus virus korona baru - sementara jumlah yang dilaporkan secara publik hanya 2.478.
Berita Terkait
-
Italia Siaga Gelombang Panas, 4 Orang Sudah Jadi Korban Tewas
-
Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan
-
Nikah di Italia Berbiaya Rp1 Miliar, Lina Mukherjee Akui Ingin seperti Artis Bollywood
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Eks Top Skor Serie A Igor Protti Meninggal Dunia, Pesan Perpisahannya Menggetarkan
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas
-
Pemprov Jabar Resmi Kawinkan 13 SMK Maung dengan Puluhan Industri
-
Ogah Buru-buru Aktifkan SPP SMA/SMK, Dedi Mulyadi Pilih Benahi Pengelolaan Dana BOS
-
Dari Negeri Rantau ke Pesisir Indramayu, Rosyidah Bangun Usaha Olahan Laut Bersama BRI
-
Usai Habisi Yani di Kebun Jati Sagaranten, Pelaku Delon Jampank Sempat Unggah Video Penemuan Mayat