SuaraJabar.id - Sejumlah masyarakat Kota Depok, Jawa Barat, menggunakan hak pilihnya untuk mencari pemimpin untuk lima tahun ke depan, Rabu (9/12/2020).
Salah satu warga Jalan Mani Nomin RT 04 RW 04 Kukusan Beji, Depok, bernama Fajar (32) berharap, dengan adanya Pilkada kali ini agar mendapat pemimpin yang lebih baik. Tak hanya itu, dia juga berharap agar pemimpin selanjutnya bisa melakukan program pembangunan yang lebih merata.
"Harapannya untuk pemilihan kali ini, kita bisa mendapat pemimpin yang lebih baik untuk Depok. Besar harapan kita di kota Depok, supaya pembangunan lebih merata dan sejahtera," ungkap Fajar di TPS 15.
Calon Wali Kota Depok nomor urut 1, Pradi Supriatna akan menggunakan hak pilihnya di TPS 15.
Dalam hal ini, kediaman Fajar dan keluarga disulap menjadi lokasi pemungutan suara.
Terkait hal ini dia mengaku senang, kediamannya dipilih menjadi tempat pemungutan suara. Bagi Fajar, hal ini merupakan bentuk kontribusi dalam Pilkada kali ini.
"Kami cukup happy dapat kepercayaan untuk diselenggarakan di tempat kami. Untuk tempat papa sama pak RT yang urus. Tapi kami cukup senang bisa berkontribusi," tutup dia.
Pantauan Suara.com di lokasi pukul 08.00 WIB, Pradi belum tiba di TPS 15. Sementara itu, warga yang hendak memilih saat ini sudah berkumpul di TPS 15.
Adapun sejumlah protokol kesehatan juga diterapkan, misalnya pemilih yang baru tiba diwajibkan mencuci tangan terlebih dahulu.
Baca Juga: Pilkada Depok, Ayu Ting Ting Sempatkan Diri ke TPS Sebelum Syuting
Sedangkan untuk pasangan Pradi di Pilkada Depok, Afifah akan mencoblos di TPS 121, sekitar pukul 08.00 WIB.
Sementara itu, calon Wali Kota Depok dari petahana, Mohammad Idris dijadwalkan mencoblos di TPS 14 sekitar pukul 09.00-10.00 WIB di Jalan Artidho.
Lalu sang wakil Imam Budi Hartono akan menggunakan hak suaranya di TPS 47 di Komplek Acasia, Kelurahan Tirtajaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba