SuaraJabar.id - Sebuah unggahan di media sosial mengklaim bahwa ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA) milik Presiden Joko Widodo adalah palsu.
Klaim ijazah Jokowi palsu disebutkan berdasar pada kabar bahwa SMPP 40 Surakarta belum meluluskan murid pada tahun 1980.
Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Bam Bang Tri. Akun tersebut mengunggah foto tangkapan layar penampakan ijazah Jokowi.
Berikut narasi yang dimuat akun itu:
"Tahun 1980 SMPP 40 Surakarta belum pernah meluluskan murid. Lulusan pertama SMPP Surakarta adalah tahun 1981. Kok Agung melegalisir ijazah SMPP Jokowi yang bertahun kelulusan 1981?
Berapakah bayaran yang diterima Agung. KPK bisa menciduk Agung karena disuap Jokowi."
Benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Sabtu (23/1/2021), klaim yang menyebutkan ijazah SMA Jokowi palsu adalah klaim yang keliru.
Setelah ditelusuri, legalisir ijazah kelulusan Jokowi dari SMA 6 Surakarta adalah sah.
Baca Juga: Presiden Bagi-Bagi Nasi, Refly Harun: Pencipta Kerumunan itu Bernama Jokowi
Dikutip dari Jawapos, Kepala Sekolah SMA 6 Surakarta, Agung Wijayanto menjelaskan SMA 6 Surakarta sudah berdiri sejak 1975.
Pada awal masa berdiri, sekolah tersebut bernama Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP). Kemudian sekolah tersebut berganti nama pada 1985 menjadi SMA 6 Surakarta melalui surat dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 353/0/1985.
Adapun Jokowi sendiri masuk sekolah tersebut pada 1976, ia merupakan angkatan pertama sekolah tersebut dan lulus pada 1980.
Dapat dipastikan narasi yang menyebut ijazah SMA Jokowi palsu adalah narasi hoaks.
Bahkan, narasi hoaks tersebut juga sudah berulangkali beredar di masyarakat.
Sebelumnya juga ada hoaks mengenai ijazah SMA Jokowi palsu dan ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada adalah ijazah palsu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas