SuaraJabar.id - Warga Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk meninjau area pemukiman mereka yang terkena dampak aktivitas blasting tunnel 11 milik PT KCIC.
Warga berharap pria yang kerap disapa Kang Emil itu datang langsung untuk meninjau kerusakan yang terjadi akibat aktivitas pembuatan terowongan untuk trase Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) yang akan menerobos Gunung Bohong.
“Saya harap Pak Gubernur (Ridwan Kamil) itu kalau sudah datang minimal beliau tau, begini kondisnya,” ujar Ketua RW 13 Desa Laksanamekar, Rudianto kepada Suara.com, Minggu (31//1/2021).
Kerusakan rumah berupa retakan pada dinding dan lantai dialami warga pada tahun 2019. Saat itu ada delapan ledakan hingga akhirnya warga bersikeras menolak adanya blasting lanjutan karena khawatir kerusakan yang dialami mereka semakin parah.
Hingga memasuki tahun 2021, mereka masih merasakan kekhawatiran mengingat berdasarkan informasi yang diterima warga, akan ada aktivitas peledakan lagi karena terowongan yang berdekatan dengan pemukiman warga itu belum tembus.
Rudianto mengataakan, warga melalui media sosial kerap ‘mencolek’ Ridwan Kamil untuk datang ke wilayah mereka dan menghadirkan solusi bagi warga yang saat ini tengah menghadapi situasi dilematis.
“Pasti ada solusi, apalagi beliau memiliki keilmuan,” ucap Rudianto.
Sementara itu Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Meiki W Paendong mengatakan, kepala daerah seperti Ridwan Kamil seharusnya terjun langsung ke lapangan membantu menyeslaikan permasalahan warga. Terutama Kompleks Tipar Silih Asih yang menurutnya sudah tidak memiliki daya dukung untuk ditinggali.
“Tidak memungkinkan mereka tinggal di sana karena setiap hari resah terjadi lonngsor, apalagi proses ledakan informasinya (belum selesai). Kami dorong gubernur untuk bisa langsung turun ke lapangan untuk melihat dan mendengar fakta yana diingikan warga,” ujar Meiki
Baca Juga: Diguncang Ledakan, Tanah Terbelah dan Dinding Rumah Warga KBB Retak-retak
Walhi Jabar juga mendesak PT KCIC dan subkontraktornya PT CREC untuk menggunakan metode lain dalam membuang terowongan atau tunnel 11 di Gunung Bohong.
Pasalnya, metode yang digunakan selama ini yakni blasting atau peledakan sangat berdampak terhadap lingungan dan rumah warga. Seperti di Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
“Sebenarnya kami mendesak supaya teknis peledakan ini tidak digunakan karena jika terus digunakan akan memeberikan dampak besar terhadap lingkungan. Teruatam kondisi pemukiman warga dan keslematan warga,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, tahun 2019 aktivitas ledakan untuk membuat terowongan sebagai trase Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) mengakibatkan banyak rumah warga di Kompleks Tipar Silih Asih yang rusak pada bagian dinding dan stuktur lantai.
Tercatat ada delapan kali ledakan saat itu, hingga warga akhrinya bersikeras menolak peledakan dilanjutkan hingga saat ini, sampai benar-benar ada solusi konkret. Meiki menduga kerusakan serupa terjadi di wilayah lain yang berdekatan dengan proyek strategis nasional itu.
Sejak adanya dampak hebat tersebut, kata dia, Walhi sangat mengecam dengan apa yang dilakukan pemegang proyek KCJB itu. Sebab selain berdampak terhadap rumah, ledakan itu juga berdampak terhadap struktur tanah yang dihuni warga.
Berita Terkait
-
KPK Panggil Asisten Pribadi Eks Gubernur Jabar Ridwan Kamil
-
Bukan Orang Lokal, Warga Negara Ini Paling Sering Naik Kereta Cepat Whoosh!
-
Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat
-
Whoosh dan Jeratan Utang: Antara Siasat Penyelamatan dan Bom Waktu Fiskal
-
Hampir 8 Jam Diperiksa, Eks Dirut Bank Daerah: Semua Sudah Saya Sampaikan ke BPK
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
Tiga Orang Disomasi, Gus Ipul: Jangan Kembangkan Fitnah Apalagi ke NU
-
Kasus Suap Pemkab Bekasi, KPK Endus Peran Oknum Polisi 'Lippo' Atur Proyek
-
Tonton Sheila On 7 di Pestapora 2026, Bayar Ringan Pakai Kredit BRI
-
Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur
-
Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur