Pasalnya, metode yang digunakan selama ini yakni blasting atau peledakan sangat berdampak terhadap lingungan dan rumah warga. Seperti di Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
“Sebenarnya kami mendesak supaya teknis peledakan ini tidak digunakan karena jika terus digunakan akan memeberikan dampak besar terhadap lingkungan. Teruatam kondisi pemukiman warga dan keslematan warga,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, tahun 2019 aktivitas ledakan untuk membuat terowongan sebagai trase Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) mengakibatkan banyak rumah warga di Kompleks Tipar Silih Asih yang rusak pada bagian dinding dan stuktur lantai.
Tercatat ada delapan kali ledakan saat itu, hingga warga akhrinya bersikeras menolak peledakan dilanjutkan hingga saat ini, sampai benar-benar ada solusi konkret. Meiki menduga kerusakan serupa terjadi di wilayah lain yang berdekatan dengan proyek strategis nasional itu.
Baca Juga: Diguncang Ledakan, Tanah Terbelah dan Dinding Rumah Warga KBB Retak-retak
Sejak adanya dampak hebat tersebut, kata dia, Walhi sangat mengecam dengan apa yang dilakukan pemegang proyek KCJB itu. Sebab selain berdampak terhadap rumah, ledakan itu juga berdampak terhadap struktur tanah yang dihuni warga.
“Struktur tanah sudah tak lagi memungkinkan untuk ditempati karena dikhawatirkan terjadi longsor. Apalagi saat ini sedang hujan,” ujarnya.
Pihaknya meyakini masih ada metode lain yang bisa digunakan untuk menebus gunung tersebut. Untuk itu, Walhi meminta agar PT KIC tidak hanya memperhitungkan target, tapi juga dampak terhadap lingkungan warga yang harus dikedepankan.
“Teknologi lain yang kami yakini ada. Misal menggunakan teknologi bor. Kami yakin opsi itu masih bisa dilakukan,” tutur Meiki. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]
Baca Juga: Terungkap! Banyak Industri di Karawang Tutupi Kasus Positif Covid-19
Berita Terkait
-
Zara Anak Ridwan Kamil Pilih Tak Mudik dan Lebaran di Inggris: Berat Banget Cobaan
-
Gelagat Istri di Tengah Isu Ridwan Kamil Selingkuh saat Lebaran: Tenang Menghanyutkan
-
Ustaz Ini Desak Ridwan Kamil Jujur soal Hubungan dengan Lisa Mariana: Tak Perlu Tes DNA
-
Ridwan Kamil Bisa Digugat Perdata 2 Kali, Hotman Paris: Seseorang Tidak Bisa Dipaksa Tes DNA
-
Whoosh Dibanjiri Penumpang! 240 Ribu Orang Pilih Kereta Cepat Selama Libur Lebaran
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar