SuaraJabar.id - Beredar di media sosial, sebuah video yang menunjukkan seorang gadis membakar masker. Sambil marah, ia menyebut covid-19 adalah hoaks.
Gadis ini juga melayangkan hinaan untuk para tenaga kesehatan hingga pemerintah. Unggahannya lantas viral dan mengundang reaksi keras dari warganet.
Hal ini diketahui dari akun Instagram @manaberita yang mengunggah video ujaran kebencian milik gadis asal Kupang, Nusa Tenggara Barat tersebut.
Dengan berapi-api, si gadis mengajak orang untuk bakar masker guna mencegah Covid-19. Lebih lanjut, ia menyebut virus corona adalah hoaks.
"Kita cegah Covid-19 dengan bakar masker. Buang hand sanitizer, buang air cuci tangan, buang," katanya dalam video dikutip SuaraJabar.id, Selasa (2/2/2021).
"Apa mau lawan saya, mari sini. Saya di kota Kupang Nusa Tenggara Timur, stop lah bodohi masyarakat miskin, hanya mau kesenangan semata sedunia *nj*ng, kalian tuh binatang semuanya, pemerintah g*bl*k," sambungnya.
Dalam video selanjutnya, gadis yang mengaku tengah berada di sebuah panti tuna netra di Kupang ini mengatakan data Covid-19 adalah kebohongan semata dan menyalahkan para tenaga kesehatan.
"Saudara kita yang tidak melihat tidak ada COVID-19, yang hoaks, sakit hati ya dokter perawat, bodoh g*bl*k, dokter, hanya mau kesenangan semata, Corona hoaks," katanya.
Gadis yang merupakan siswi SMP ini belakangan ditangkap pihak kepolisian NTT usai videonya viral. Ia diduga telah menyebarkan hoaks Covid-19 dan ujaran kebencian yang ditujukan kepada dokter, perawat dan pemerintah.
Baca Juga: Positif Covid-19, Begini Kondisi Wali Kota Kupang
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda NTT Kombes Krisna B, mengatakan, gadis ini ditangkap di rumah orang tuanya seusai dua video ujaran kebencian yang dibuatnya itu menyebar di media sosial dan pesan Whatsapp grup.
"Yang bersangkutan sudah diamankan dan sudah diperiksa terkait dengan motif apa yang membuat dirinya membuat video tersebut," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (1/2/2021).
Dari hasil pemeriksaan sementara Sarah mengakui bahwa dua video tersebut adalah hasil rekaman dirinya yang dilakukan di ruang activity of daily living (ADL) di UPTD Kesejateraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita Sosial Provinsi NTT.
Pelaku yang kini berada di bangku sekolah SMP kelas 9 itu mengaku bahwa video itu tak pernah diberikan kepada siapapun, atau tidak pernah menyebarkannya di media sosial atau ke Whatsapp grup.
"Yang bersangkutan mengaku tak pernah menyebarkannya. Ia kaget ketika tahu videonya itu menyebar viral di media sosial," ujar Krisna.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, gadis ini mengaku bahwa alasan dirinya membuat video tersebut karena pada Minggu (31/1) pagi sekitar pukul 05.30 Wita, pelaku melihat WhatsApp story temannya yang inti dari video tersebut terlihat seorang pasien yang meninggal dunia diduga akibat terpapar COVID-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
BRIZZI x ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Eksplor Seni, Kuliner, dan Berburu Hadiah
-
Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang
-
5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital
-
Gaya Baru Sektor Swasta Jaga Alam, WWF Sambut Positif Inisiatif EIGER Nature
-
Rumah Guru SMAN 1 Tasikmalaya Digeledah KPK, Rentetan dari Kasus Ini