SuaraJabar.id - Kasus dugaan tindak pencabulan yang dilakukan seorang paman terhadap keponakannya sendiri di Kota Cimahi, telah masuk ke tingkat penyelidikan. Polisi tengah memeriksa saksi-saksi yang mengetahui kejadian pencabulan tersebut.
"Masih memeriksa saksi," kata Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Yohannes Redhoi, saat dihubungi via ponselnya, Senin (1/2/2021).
Disinggung soal kapan orang yang diduga pelaku akan diperiksa, Yohannes menyebut pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari saksi.
"Kita juga tunggu hasil visum," terang dia.
Sementara itu, pendamping keluarga anak perempuan berusia 14 tahun yang menjadi korban dalam hal kasus ini, Ashwin Hermawan Suganda mengatakan, pemeriksaan saksi telah dilakukan pada Senin pagi.
"Iya saya mendampingi di sini. Ada saksi utama serta saksi tambahan yang diperiksa," kata Aswin, yang juga di konfirmasi via ponselnya, di waktu yang sama.
Aswin mengatakan, kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian. Untuk melengkapi penyelidikan ada beberapa bahan yang harus turut dikumpulkan oleh keluarga korban.
"Tadi kita diminta untuk baju yang digunakan korban saat kejadian," singkatnya.
Seperti diketahui, Mawar (bukan nama asli), remaja perempuan 14 tahun menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan pamannya sendiri.
Baca Juga: Kekerasan pada Anak di Bantul Meningkat, Awal 2021 Sudah Ada 3 Korban
"Sekarang kondisinya trauma berat. Dia enggak berani keluar rumah," kata Ori Rohman dari Indonesia Feminist Lawyer Club (IFLC) kuasa hukum keluarga korban saat ditemui, usai membuat laporan polisi, di Polres Cimahi, pada Senin (25/1/2021).
Menurut Ori, Mawar bukan hanya sekali mendapat perlakuan kekerasan seksual dari pamannya itu. Bahkan beberapa kali ia harus memenuhi nafsu bejat sang paman.
"Pengakuan korban lebih dari satu kali dicabuli. Kejadiannya awalnya terjadi di bulan Desember, kemarin," ungkapnya.
Ori, yang enggan menyebutkan siapa orang yang diduga pelaku itu, mengatakan, jika pelaku mencabuli korban di rumahnya, yang hanya berjarak tak lebih dari 50 meter dari rumah korban.
Korban sebelumnya enggan bercerita apa yang menimpanya. Karena ia ketakutan, karena ia mendapat ancaman dari pelaku.
"Keluarga sempat mediasi dengan pelaku. Namun orang tua korban enggak mau menyelesaikan secara kekeluargaan. Nah pelaku juga akhirnya mengancam korban," kata dia.
Berita Terkait
-
Atribut Ojol Disalahgunakan untuk Kejahatan, Komunitas di Bekasi Minta Polisi Tindak Tegas!
-
Profil Sehat Tentrem, Perusahaan Rokok Milik Mas Bechi Pelaku Kekerasan Seksual
-
Tuai Kecaman Usai Disebut Ditutup-tutupi, Ini Alasan Ditjenpas Lepas Mas Bechi Lebih Awal
-
Dihukum 7 Tahun, Terpidana Kasus Kekerasan Seksual Mas Bechi Ternyata Dapat Pembebasan Bersyarat
-
Bukan Sekadar Bersama, Psikolog Ungkap Cara Sederhana Bangun Kedekatan Emosional Orang Tua dan Anak
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Dugaan Penipuan dan Penculikan Mahasiswi Tasikmalaya, Polres Dalami Keterlibatan Oknum ASN
-
KPK Duga Oknum Polisi Yayat 'Lippo' Miliki Belasan Aset Mewah Tersebar di Jabar hingga Jakarta
-
Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat