SuaraJabar.id - Pihak PT KCIC buka suara perihal aktivitas peledakan atau blasting untuk membuat tunnel atau terowongan 11 di Gunung Bohong sebagai trase Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya mengklaim, dampak yang ditimbulkan metode blasting telah teruji dan secara teknis sangatlah rendah karena kekuatan ledakannya bisa diatur untuk membuat retakan terstuktur dan terbatas di dalam terowongan.
“Sehingga dapat dikendalikan dengan aman. Ini sangat berbeda dengan metode blasting yang dilakukan pada kegiatan pertambangan yang harus membuat retakan batu massif dengan bongkahan sekecil mungkin. Metode ini digunakan untuk areal batuan keras di antaranya batu andesit,” ujar Mirza kepada Suara.com melalui surat elektronik, Selasa (2/2/2021).
Dampak yang timbul dari aktivitas blasting, kata dia, berupa kebisingan dan getaran. Adapun berdasarkan hasil ujicoba blasting yang dilakukan bersama PT LAPI ITB dan PT Dahana (Persero), tingkat kebisingan dan getaran yang dihasilkan jauh berada dibawah ambang batas yang diperkenankan.
Sehingga, kata Mirza, tidak menimbulkan gangguan terhadap kenyamanan dan kesehatan serta keutuhan bangunan. Untuk meminimalisir dampak, juga dipasang peredam suara dan pengawasan dari berbagai pihak guna menjamin kemanan terbaik.
Namun pernyataan tersebut seolah berbanding terbailk dengan kondisi di lapangan. Khususnya di Kompleks Tipar Silih Asih RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Tahun 2019 lalu, aktivitas ledakan dari tunnel 11 menyebabkan rumah-rumah warga mengalami kerusakan, seperti retakan pada dinding dan lantai.
Mirza mengatakan, untuk dampak negatif seperti kerusakan tersebut sejak awal uji coba peledakan untuk membuat terowongan 11 pihaknya sudah menawarkan perbaikan dan kompensasi kepada masyarakat di sekitar.
Kemudian, dirinya mengklaim sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna memastikan seluruh prosesnya mengacu kepada kaidah dan aturan yang berlaku.
“Untuk warga yang terdampak pada saat pembangunan dan bukan karena sebab lain, tentu saja kami sangat mengedepankan musyawarah dan mufakat untuk menyelesaikan bersama,” tuturnya.
Baca Juga: Kisah Wisata Lembang dan KBB Babak Belur Dihantam Pandemi Covid-19
Mirza mengklaim untuk saat ini dampak getaran dan kebisingan dari aktivitas pembuatan tunnel 11 dengan panjang 1,1 kilometer, dengan diameter 12,6 meter itu semakin tidak ada karena lokasi titik blasting semakin jauh di dalam terowongan.
“Saat ini (progress) sudah mencapai 62 persen dan kami menargetkan dalam 4 hingga 5 bulan kedepan telah tuntas ditembus,” tandas Mirza.
Sebelumnya diberitakan, Dinding rumah warga di Kompleks Tipar Silih Asih, RW 13, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami keretakan. Kerusakan ini diakibatkan penggunaan metode peledakan atau blasting pada pembuatan terowongan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Gunung Bohong.
Dampak penggunaan metode blasting dirasakan warga pada 2019 lalu. Kuatnya getaran dari ledakan bahan peledak yang digunakan untuk menembus Gunung Bohong membuat dinding rumah mereka mengalami keretakan.
Seperti diketahui, Gunung Bohong dijadikan objek trase KCJB oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang menjadi tunnel 11. Gunung tersebut coba ditembus menggunakan metode peledakan atau blasting, yang dilakukan subkontraktor yakni PT CREC.
Lokasi proyek ini cukup dekat dengan pemukiman warga di Kompleks Tipar Silih Asih.
Berita Terkait
-
Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Prabowo Mau Manfaatkan Uang Sitaan Koruptor, Ini Pos-pos yang Bakal Kecipratan
-
KPK Bidik Proyek Whoosh, Menteri ATR/BPN Beberkan Proses Pembebasan Lahan untuk Infrastruktur
-
Terungkap! Terduga Pelaku Bom SMA 72 Jakarta Bertindak Sendiri, Polisi Dalami Latar Belakang
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!
-
Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Menhut Raja Antoni Ungkap Dukungan Prabowo untuk Percepatan Restorasi Ekosistem