SuaraJabar.id - Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna hari ini, Minggu (7/2/2021) merayakan ulang tahunnya yang ke-58. Namun bukan ucapan selamat yang didapat Aa Umbara, melainkan kritikan tajam mengenai kepemimpinannya.
Pengguna jejaring Facebook meluapkan kekesalannya atas kondisi jalan lewat group Facebook 'Forum Diskusi Aktivis KBB'. Orang nomor satu itu dicecar pertanyaan soal jalan yang tidak kunjung diperbaiki di wilayah selatan mulai dari Kecamatan Cihampelas hingga Gununghalu yang memiliki panjang hingga ratusan kilometer.
"Kepada Yth, Bapak Bupati KBB. Kami mengucapkan happy milad, semoga bapak Bupati ada dalam keadaan sehat walafiat. Sehingga dapat menjalankan tugas kedaerahannya dengan lancar. Amin," tulis pengguna akun Bubun Bryan Justice yang dikirim ke group Forum Diskusi Aktivis KBB.
"Mohon maaf kami hanya bisa mengucapkan selamat milad lewat media sosial, mengingat keterbatasan waktu dan masih kondisi covid, dan jika menghadap untuk mengucapkan milad perlu mekanisme protokoler kedinasan. Maka kami hanya lewat media ini. Kado dari kami hanya aspirasi terkait jalan yang rusak, yang beberapa waktu ini sangat gencar diberitakan di media. Semoga aspirasi ini sedikit mewakili masyarakat Bandung Barat. Sebenarnya tidak ada korelasinya antara ulang tahun Bapak Bupati dengan jalan rusak, namun kamu hanya alarm yg mengingatkan usia Bapak dan usia kepemimpinan Bapak di Bandung Barat," sambung Bubun Bryan Justice.
Terpisah, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bandung Barat, Aan Sopiyan mengungkapkan, saat ini pihaknya masih menunggu pencairan pinjaman anggaran dari PT
PT Sarana Multi Insfrastruktur (SMI) disamping harus memenuhi beberapa berkas untuk verifikasi.
"Jadi ada beberapa dokumen yang belum lengkap. Kita kurang Surat Pemenuhan Persyaratan Efektif. Kalau itu sudah terpenuhi baru ada. Insyaallah dalam waktu dekat ini bisa mulai perbaikan," ungkap Aan.
Sebelumnya, Pemkab Bandung Barat beralasan terhambatnya perbaikan jalan di wilayah selatan Bandung Barat karena kebijakan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19. Pemda sedang menunggu anggaran dari hasil pinjaman ke SMI senilai Rp 285 miliar yang akan dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bandung Barat, Dadan Supardan mengatakan, seharusnya Pemda tidak menunggu pinjaman PT SMI untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan. Sebab anggaran yang ada bisa dialokasikan untuk menambal ruas jalan yang diprioritaskan atau yang mengalami rusak parah.
"Memang harus segera diperbaiki, terutama sekarang di musim hujan, jalan bisa semakin rusak. Kalau dari PT SMI belum bisa, sebenarnya pemerintah bisa mengalokasikan dari anggaran pemeliharaan jalan. Itu kan bisa dialokasikan dulu untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tersebut," beber Dadan.
Baca Juga: Ini Tampang Terduga Begal yang Bacok Pedagang Nasi Goreng di Cipatat
Dadan mengakui, pihaknya banyak menerima keluhan terkait kondisi jalan yang rusak. Bahkan, nyaris setiap hari dirinya menerima laporan pengendara motor yang mengalami kecelakaan di jalan berlubang.
"Banyak sekali, tiap hari ada saja yang kecelakaan. Kami sudah pernah mengecek di lapangan, kalau enggak salah, panjang jalan yang harus cepat diperbaiki mencapai 72 kilometer," kata Dadan. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]
Berita Terkait
-
Dinilai Nggak Peka, Jeje Govinda Batal Naikkan Tunjangan DPRD KBB
-
Sampah dan Eceng Gondok Penuhi Sungai Citarum
-
Dedi Mulyadi Tegur Langsung Jeje Govinda Perkara Bawa Anak ke Kantor Dinas di Jam Kerja
-
Warganet Tanya Soal Jeje Govinda Bawa Anak ke Kantor, Kang Dedi Mulyadi Samakan Dengan Nabi
-
Beda Reaksi Dedi Mulyadi Soal Lucky Hakim ke Jepang demi Anak vs Jeje Govinda Bawa Anak ke Kantor
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
Aset Perusahaan Laku Terjual, Tapi Pesangon Eks Karyawan PT TML Sukabumi Tak Kunjung Cair
-
Garis Kuning Terpasang! Praktik Tambang Emas Ilegal di Cibitung Akhirnya Disikat
-
Usut Suap Lahan Tapos, KPK Cecar Pejabat MA Soal 'Jual Beli' Mutasi Hakim PN Depok
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi