“Saya cukup beli satu tanaman janda bolong, lalu saya pisah untuk ditanam lagi menjadi sekitar 5 pot. Kalau sudah tumbuh yang baru, bisa dijual kembali dan saya dapat untung,” terangnya.
Berkah Tersendiri bagi Pedagang Tanaman Hias
Gandrungnya emak-emak akan tanaman hias menjadi berkah tersendiri bagi petani dan pedagang bunga hias di Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Gunawan Kartiwa (45), salah seorang pedagang bunga di Cihideung mengatakan, bunga hias menjadi incaran seiring banyaknya warga yang lebih banyak diam di rumah selama pandemi. Jualannya laris manis hingga tanaman hias belum siap panen pun laku dijual.
"Sekarang tanaman hias banyak diminati masyarakat, mungkin alasannya orang pada diam dirumah dari pada bengong jadi dialihkan mengurus bunga," ungkapnya beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya, dalam sebulan terakhir penjualan tanaman hias semacam bunga mawar, gelombang cinta, lidah mertua, janda bolong, dan aglonema meningkat signifikan. Jika biasanya terjual sekitar 500 pot per bulan, sebulan terakhir naik 100%.
"Tanaman hias apa pun saat ini sedang bagus. Harga di kisaran Rp 20.000-50.000 per pot,"sebutnya.
Di samping itu, Gunawan yang telah puluhan tahun menjadi petani dan pedagang tanaman hias mengaku jika peluang bisnis bunga hias tergolong menjanjikan. Pemerintah seharusnya terus membuka sentra bunga hias baru untuk memenuhi permintaan pasar.
"Memang beberapa bunga hias untuk hajatan menurun, tetapi tanaman hias untuk kebun halaman rumah justru naik. Kitanya saja yang harus peka pada perkembangan minat konsumen," ungkapnya.
Baca Juga: Kades Ogah Pakai Dana Desa untuk PPKM, Ini Alasannya
Berita Terkait
-
Emak-Emak Bermukena Diduga Maling Motor Saat Magrib, Video Penangkapan Viral
-
7 Tanaman Hias Pembawa Keberuntungan di Rumah, Dipercaya Bikin Rezeki Lancar
-
Tren Tanaman Hias Berkembang, Kini Jadi Andalan untuk Menjaga Kualitas Lingkungan
-
Bikin Melongo, Emak-Emak Ini Angkut Motor Listrik Sambil Dibonceng
-
Efektifkah Tanaman Hias Memurnikan Udara? Ini Penjelasan Sains
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Manajemen Persib Buka Suara Terkait Sanksi Transfer Ban dari FIFA
-
QLola by BRI Berikan Layanan Menarik, Dukung Pengelolaan Payroll Perusahaan Lebih Tertata
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
-
Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Ditunda: Ini 7 Fakta di Balik Batalnya Tol Jagoratu 2026
-
Sapi Kurban Asal Depok Mengamuk di Sukabumi, Kabur ke Hutan hingga Dikepung Warga