SuaraJabar.id - Cilok Family di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menarik perhatian warganet. Selain ciloknya yang enak, penjualnya pun sangat menarik perhatian lantaran parasnya yang cantik.
Penjual Cilok Family yang belakangan ini viral di media sosial ini bernama Iin Kurniasih (25). Perempuan tersebut diketahui berjualan di sekitar Desa Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Saat disambangi Suara.com pada Rabu (17/2/2021), perempuan asal Kampung Sukatani, RT 02/05, Desa Cililin, Kecamatan Cililin, KBB itu mengaku jualan cilok sejak empat bulan lalu.
"Iya saya sudah jualan cilok sejak 4 bulan lalu. Jualannya keliling di sekitar sini," tutur Iin.
Cilok yang ia jual adalah milik kakaknya, yang memang sudah lama merintis usaha tersebut. Iin mengatakan, memilih berjualan cilok adalah keinginannya sendiri.
Mulai pukul 09.00 WIB, ia mulai bergegas mencari mencari cuan dari berjualan cilok. Iin mendorong gerobak sederhananya yang bertuliskan Cilok Family, hingga sore hari tepatnya sekitar pukul 17.00 WIB.
Setiap harinya ia berkeliling di sekitaran Cililin mendatangi titik-titik yang ramai. Jika ciloknya sedang laris, Iin bisa menjualnya hingga 500-600 biji. Namun jika sedang sepi, cilok yang ia jual dalam sehari hanya sekitar 300 biji.
"Harganya Rp 400 per biji. Hasilnya dibagi dua sama kakak. Misalnya saya Rp 200 per biji, kakak saya Rp 300," terang Iin.
Iin mengaku sama sekali tidak malu menjadi penjual cilok, demi untuk membantu perekonomian keluarganya. Perempuan berkacamata itu diketahui sudah menikah, dan sudah dikaruniai seorang anak perempuan berusia 8 tahun.
Baca Juga: Awalnya Stress Kerja, Kisah ODGJ Dipasung Rantai oleh Keluarganya Sendiri
Ia menikah sejak lulus SMP, atau saat itu usianya baru menginjak 16 tahun. Suaminya pun kini mengais rezeki dengan berjualan cilok, namun berbeda wilayah sasaran dengannya.
"Saya enggak gengsi, enggak peduli kata orang, yang penting bisa bantu suami," tutur Iin.
Belakangan ini memang Iin menjadi perbincangan di jagat maya setelah diunggah oleh berbagai media sosial. Seperti akun Instagram @infokbbm.
Parasnya yang cantik dan bikin adem membuat banyak warganet terpesona, hingga banyak yang menggodanya.
"Rek ameng ah ka cililin bae weh jalana ancur oge (mau main ke cilili, biarkan saja jalannya hancur juga)," ujar akun @rass_muhammad.
"Titip ciloknya, jaga perasaannya," ujar akun @iqbal_tanzilal. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]
Berita Terkait
-
Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
-
Dibalik Murahnya Harga Cilok dan Batagor, Ada 'Bom Waktu' Ekonomi yang Mengintai
-
Sakit Hati Diintimidasi, Ayah dan Anak di Cikupa Kompak Bunuh Pedagang Cilok
-
Pedagang Cilok di Jakarta Barat Tega Tusuk Teman Seprofesi, Polisi Masih Dalami Motif
-
Adu Jotos Pedagang Cilok di Kembangan, Korban Alami Luka Parah dan Dilarikan ke RSUD Cengkareng
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan