SuaraJabar.id - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebut tes GeNose C19 di Stasiun Bandung berbeda dari tes yang digelar di sejumlah stasiun kereta api kota lainnya.
Tes GeNose C19 di Stasiun Bandung sendiri menurutnya, dilakukan dengan menggunakan bilik khusus, sehingga interaksi antar petugas dan antar calon penumpang kereta pun disekat guna mencegah penularan Covid-19.
"Saya lihat ada improvement (peningkatan), di sini tadi sudah gunakan ruang bilik, meniup tidak berdekatan dengan orang lain, ini masukan dari pakar bahwa harus ada penyekatan," kata Menhub Budi Karya di Stasiun Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat.
Menurut Menhub, tes GeNose C19 di Stasiun Bandung merupakan tahap kedua bersamaan dengan empat kota lainnya yakni di Cirebon, Semarang, Surabaya, dan Solo.
Tes GeNose C19 di Stasiun Bandung sendiri digelar di kawasan timur tempat parkir gerbang utara. Selain tes GeNose, tes Antigen bagi calon penumpang pun digelar di kawasan tersebut.
Para calon penumpang memang diwajibkan untuk membawa keterangan tidak terpapar Covid-19, baik dengan keterangan tes antigen, tes PCR, atau tes GeNose C19.
Keterangan itu pun berlaku untuk sampel yang diambil sejak tiga hari yang lalu. Namun khusus untuk libur panjang, sampel tes harus satu hari sebelumnya.
Para calon penumpang yang akan dilakukan tes GeNose C19 itu pun tidak boleh merokok dalam waktu 30 sebelumnya. Tarif yang dikenakan untuk tes itu sebesar Rp 20 ribu.
Menhub Budi Karya berharap tes GeNose C19 itu pun bakal bisa digelar di stasiun kota lainnya guna mendeteksi dan mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.
Baca Juga: Ngeri! Bapak-bapak Ditikam saat Belanja di Pasar Induk Caringin
"Saya berlakukan GeNose ini di perkantoran juga, di kantor saya sendiri, paling lambat dua minggu sekali itu berulang (pengetesan)," kata Menhub Budi Karya.
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi Larang Study Tour, Sejumlah Kepala Daerah di Jabar Membangkang, Siapa Saja?
-
Beda Sikap dengan Dedi Mulyadi, Wali Kota Bandung Tak Larang Study Tour, Asal..
-
Adu Kekayaan Dedi Mulyadi vs Muhammad Farhan, Siapa Lebih Kaya?
-
Profil Frans Datta, Rektor Universitas Maranatha yang Jawab 'Tantangan' Walkot Bandung
-
Trauma Kasus Yana Mulyana, Wali Kota Bandung Farhan Minta Bimbingan KPK untuk Pencegahan Korupsi
Terpopuler
- Jari Buntung Usai Caesar di RS Islam Pondok Kopi, Pasien BPJS Tolak Kompensasi Rp275 Juta
- Driver Ojol yang Dilindas Rantis Polisi di Pejompongan Tewas!
- FC Twente Suntik Mati Karier Mees Hilgers: Dikasih 2 Pilihan Sulit
- Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Bernama Affan Kurniawan
- Innalillahi! Pengemudi Ojol yang Dilindas Mobil Rantis Brimob Meninggal Dunia
Pilihan
-
Affan Kurniawan Dilindas Brimob, Raksasa Liga Prancis Suarakan Keadilan
-
Jurnalis Surabaya Jadi Korban Ricuh Demo di Depan Gedung Negara Grahadi
-
3 Rekomendasi HP Xiaomi Rp 2 Jutaan RAM 8 GB, Lebih Lancar Ngegame
-
Investor Panik Buat IHSG Rontok di 7.830, Isu Keamanan Domestik jadi Sorotan
-
Pekerja Kawasan Sudirman Diminta Pulang Cepat Imbas Demo Beruntun
Terkini
-
Puncak Anarki di Bandung! Aset Bersejarah MPR RI Ludes Dibakar Massa Aksi DPRD Jabar
-
Anarki di Demo DPRD Jabar: Massa Bakar Rumah Diduga Tempat Polisi Sembunyi Hingga Warga Terjebak
-
Kejutan di Demo Ricuh DPRD Jabar: Jenderal Bintang Dua Muncul, Diteriaki 'Militerisme' oleh Massa
-
Aksi Solidaritas Ojol di DPRD Jabar Ricuh: Molotov Dibalas Gas Air Mata, Massa Merangsek Masuk
-
Rumah MPR RI Ludes Dibakar Demonstran