SuaraJabar.id - Jembatan gantung penghubung Kecamatan Gununghalu-Kecamatan Rongga menjadi salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Bandung Barat (KBB). Jembatan itu dibangun sekitar tahun 1905-1910.
Sayang, kondisi jembatan yang disebut warga Sasak Gantung itu kini tak terawat dan memprihatinkan. Landasan yang terbuat dari kayu mulai lapuk, seling jembatan sudah tak setegang dulu.
Baut-baut pun tak sekuat dulu, dan besinya terlihat sudah sangat berkarat. Jembatan gantung dekat pabrik teh zaman Belanda itu pun sangat membahayakan bagi warga yang melintas.
Padahal, jembatan gantung tersebut merupakan akses penghubung utama antardesa dan kecamatan. Yakni Desa Gunijaya, Kecamatan Gununghalu dengan Desa Cibedug, Kecamatan Rongga.
"Iya informasinya itu produk Belanda. Tapi kurang tau detail. Dan sekarang kondisinya sangat mengkhawatirkan," ujar Den Bujal (40), warga Kampung Dukuh, RT 03/10, Desa Bunijaya, Kecamatan Gununghalu, KBB kepada Suara.com, baru-baru ini.
Kondisi jembatan tersebut, kata dia, membuat warga yang melintas khawatir meskipun terpaksa tetap digunakan.
Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses utama dan terdekat untuk melakukan berbagai aktivitas warga di dua desa dan kecamatan tersebut.
Memang masih ada akses lain. Namun harus memutar melewati perkebunan teh, yang menurut Den harus ditempuh dengan jarak sekitar 5 kilometer dan memakan waktu.
"Kalau warga Desa Bunijaya ingin ke pasar, itu lebih dekat ke Desa Cibedug. Jadi harus nyebrang jembatan. Kalau mobil sekarang kebanyakan gak berani lewat sana," bebernya.
Baca Juga: Sempat Menolak, Warga Sariwangi Akhirnya Mau Dievakuasi ke Hotel Cherrish
Tepat berada di bawah jembatan tersebut, ada aliran sungai yang disebut warga Sungai Larangan. Sungai tersebut mengalir ke proyek Uper Cisokan dan Curug Malela.
Den mengatakan, jembatan tersebut setaunya belum pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah. Perbaikan alakadarnya selama ini selalu dilakukan warga secara swadaya.
Berita Terkait
-
Eks Pemain Keturunan Indonesia Gagalkan Patrick Kluivert Acak-acak Timnas Belanda
-
Eks Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert: Tunggu Telepon Tak Kunjung Pasti Berujung Sakit Hati
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
Plafon Berjatuhan, Gedung Berguncang! Turis Belanda Ungkap Momen Mengerikan Saat Gempa NTT
-
Melacak Jejak Warisan Meneer Belanda di Balik Budaya Panjat Pinang
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas