SuaraJabar.id - Satu lagi spot Instagramable di Kabupaten Bandung Barat. Tempat ini sangat indah untuk menikmati matahari terbut di ufuk barat.
Kali ini adalah Jembatan Cidulang atau juga dikenal Jembatan Bucin. Bukan hanya menjadi penghubung antarkampung di wilayah Kecamatan Cililin, KBB. Jembatan tersebut ternyata dijadikan objek wisata baru.
Jembatan Bucin membelah aliran Sungai Citarum yang mengalir ke Waduk Saguling. Jembatan tersebut cocok dinikmati saat sore hari terutama ketika matahari terbenam.
Sensasi melihat matahari terbenam yang cahayanya terpantul dari air Sungai Citarum dari Jembatan Bucin membuat objek wisata tersebut sangat indah dan Instagramable. Selalu menjadi sasaran selfie. Baik bersama teman-temannya maupun sepasang sejoli.
Jembatan Bucin merupakan singkatan dari dua kakampu Kampung Bunder, Desa Karang Anyar, Kecamatan Cililin dengan Kampung Bunder, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Cihampelas.
Untuk menuju jembatan tersebut, pengunjung bisa mengaksesnya dari Kota Bandung menuju Cimahi, lalu mengarah ke Batujajar menuju Cihampelas. Setelah itu mengarah ke Jalan Maroko untuk terus menuju ke ujung jalan yang disambungkan oleh Jembatan Bucin.
"Iya sengaja datang ke sini, tau dari temen. Dan memang bagus banget," kata Nisha Rahmawati (23), warga asal Cimahi.
Jefri (43), pengelola Jembatan Bucin mengatakan pengunjung bakal ramai datang pada akhir pekan dan saat libur panjang tiba. Dalam sehari bisa 500 orang datang berkunjung.
"Memang belum terlalu ramai seperti objek wisata di tempat lain, tapi belakangan cukup ramai dikunjungi. Kalau sedang ramai-ramainya bisa seribu orang dari pagi sampai sore," ungkap Jefri.
Baca Juga: Harganya Melambung Tinggi, Kebun Cabai Rawit Dijarah Maling
Kebanyakan pengunjung hanya berswafoto di atas jembatan. Namun kenyamanan pengunjung agak terganggu dengan banyaknya motor yang melintas mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama penyeberangan.
"Ya sebelumnya kan ini memang jembatan penyeberangan, cuma banyak yang datang buat foto-foto juga. Akhirnya diperbaiki lagi biar lebih menarik. Ya sekarang jadi tempat wisata sekaligus akses menyeberang," katanya.
Untuk menikmati jembatan tersebut, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10 ribu per orang, wisatawan bisa berkeliling di sekitar jembatan dengan menaiki perahu yang disediakan warga sambil berswafoto selama 45 menit.
Namun jika hanya ingin foto-foto di Jembatan Bucin, wisatawan cuma perlu membayar Rp 4 ribu. Sedangkan jika ingin melintas saja hanya membayar Rp 5 ribu per motor.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
-
5 Drama China Trope Si Cowok Bucin Parah, Ada Dream of Golden Years
-
Instagramable Tapi Tak Nyaman: Sebuah Paradoks Liburan Era Digital
-
5 Cafe Cozy di PIK, Nongkrong Sambil Foto Instagramable
-
7 Rekomendasi Tempat Wisata Instagramable di Sentul untuk Rayakan Malam Tahun Baru yang Seru
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya
-
Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur
-
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta
-
TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was
-
Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar