SuaraJabar.id - Di balik kawasan Kars Citatah yang nyaris punah lantaran aktivitas pertambahan, ternyata ada situs arkeologi yang pernah dijadikan tempat tinggal manusia prasejarah.
Nama situnya Gua Pawon. Goa ini terletak di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Coated, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Kehidupan di Gua Pawon diprediksi dimulai dari periode paling tua yakni tahun 10000 sebelum masehi sampai era neolitikum.
Jejak kehidupan manusia prasejarah di Gua Pawon itu didapat berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Tim Arkeologi Jawa Barat. Penelitian atau proses ekskavasi dimulai sejak tahun 2003.
Dari proses ekskavasi, Tim Arkeolog Jawa Barat sudah menemukan tujuh rangka manusia prasejarah dari lima kronologi (pertanggalan karob) yang meguatkan kesimpulan bahwa manusia pawon hidup pada era Pleistosen Akhir-Awal Holosen.
Rangka pertama ditemukan September 2013 yang berumur 5.600 tahun lalu. Begitupun usia rangka kedua dan kelima pun sama. Rangka ketiga diperkirakan berusia 7.300 tahun lalu, rangka keempat berusia 9.500 tahun yang lalu, rangka keenam berusia 10.000 tahun lalu dan rangka ketujuh berusia 12.000 tahun lalu.
"Kerangka manusia yang sudah ditemukan ada 7, dari lapisan budaya yang berbeda di Gua Pawon. 7 Kerangka itu diklasifikasikan dari hasil penguburan langsung dan tidak langsung," ungkap Kepala Tim Arkeolog, Lutfi Yondri saat dihubungi Suara.com, Selasa (23/3/2021).
Dari ketujuh kerangka manusia prasejarah yang ditemukan, ada empat kerangka manusia yang masih utuh yakni rangka ketiga, keempat, keenam dan ketujuh. Kerangka itu disebut utuh jika dari rangkaian anatominya terdapat kepala, leher, tulang belakang, tangan hingga kaki.
"Tapi kalau utuh keras tidak karena semuanya kita temukan dalam keadaan sangat rapuh," tegasnya.
Pada umumnya, beber Yondri, manusia prasejarah yang ditemukan di Goa Pawon meninggal dalam posisi terbujur dan memanjang. Kemudian ada proses pelipatan sesuai ritual keagamaan pada masa itu.
Baca Juga: Sate Makhluk Imut Ini Bisa Tingkatkan Vitalitas, Berani Coba?
"Tujuannya untuk mengembalikan posisi suci seperti dalam rahim. Jadi sisa rangkanya ditemukan dalam keadaan tidak utuh akibat proses pelipatan," bebernya.
Para manusia prasejarah itu ada yang dikuburkan secara langsung dengan upacara kepercayaan tertentu, dengan proses pelipatan kerangka yang berlangsung cukup lama pada periode 7.500-12.000 tahun lalu.
Sementara penguburan tidak langsung, terang Yondri, dilakukan dengan mengembalikan bagian kerangka manusia pada masa itu, dengan ditemukannya bagian tubuh tengkorak dan rahang.
"Ada yang menarik pada masa penguburan tidak langsung, yaitu adanya pewarnaan merah pada bagian dalam dan luar tengkorak dan rahang dengan umur sekitar 5.600 tahun lalu," terangnya.
Temuan kerangka manusia prasejarah itu kini disimpan di Balai Arkeologi Jawa Barat. Tujuannya, untuk memudahkan ketika nantinya dibuatkan museum.
Yondri menjelaskan, penelitian yang dilakukannya bersama Tim Arkeolog sejak tahun 2003 untuk mendapatkan aspek ilmu pengetahuan perihal masa prasejarah dan melihat kehidupan budaya prasejarah sebelum Islam berkembang di Jawa Barat.
Tag
Berita Terkait
-
Jejak Penggunaan Narkoba Tertua: Peneliti Temukan Bukti dari Manusia 25.000 Tahun Lalu di Sulawesi
-
Lautan Eceng Gondok Selimuti Permukaan Sungai Citarum
-
Bikin Heboh, Lisa BLACKPINK dan Dong-seok Syuting Film di Karst Citatah Bandung Barat
-
Perubahan Iklim dan Letusan Gunung Jadi Penyebab Punahnya Hobbit Flores
-
Rahasia Perbedaan Wajah Neanderthal dan Manusia Modern Akhirnya Terungkap
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Lebih dari 10 Santriwati Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual, Guru Ngaji Jadi Tersangka
-
Persib Comeback 3-1 atas Port FC, Igor Tolic Puji Kecerdasan Pemain dan Umuh Sebut Mental Baja
-
Akhir Pekan Lebih Istimewa Dengan Acara Nonton Bareng di The Premiere XXI Pakai Promo BRI
-
BRI dan Prodia Berikan Akses Pemeriksaan Kesehatan dengan Privilege Khusus Bagi Nasabah Prioritas
-
Polrestabes Bandung Gerebek Saritem, 21 Orang Terindikasi Positif Sabu