SuaraJabar.id - Bisnis perlengkapan outdoor milik Cecep Khoerussalam (43) sempat babak belur akibat pandemi Covid-19.
Usahanya sempat mengalami penurunan omzet 80-90 persen, khususnya dari produk custom order. Sedikit merubah market membuat Cecep berada di zona nyaman, hingga membuatnya sedikit melupakan brand sendiri.
"Saya terjebak di zona nyaman dengan custom order. Kerasa pas pandemi custom order turun," kata Cecep kepada Suara.com, belum lama ini.
Dengan brand Zebra Wall, Cecep memulai usahanya tahun 2007. Ia mulai dari kesukaannya terhadap perlengkapan aktivitas luar ruangan sejak menjadi pelajar. Setelah lulus kuliah tahun 2004, ia sempat bekerja di sebuah tempat clothing.
Dirinya bukan hanya sekedar bekerja dan menerima gaji. Namun menyerap ilmu, dari mulai produksi hingga pemasaran. Sebab ia sudah punya angan-angan ingin punya usaha sendiri.
"Tapi saat itu clothing udah mulai redup," ucap Cecep.
Toko tempatnya bekerja gulung tikar sehingga tidak dilanjutkan lagi. Dengan modal pas-pasan yang dimiliki, Cecep melanjutkan usaha itu. Ia merubah konsep menjadi penyedia barang-barang outdoor.
Saat itu, barang-barang outdoor yang dijual tidak diproduksi sendiri, malainkan sudah memakai brand Zebra Wall. Rencana mulai diusungnya untuk memulai produksi sendiri.
"Mulailah saya produksi sendiri pakai Zebra Wall. Bikin tas ransel. Kemudian mulai berkembang bikin jaket, celana dan sebagainya. Saya juga mulai rekrut orang," beber Cecep.
Baca Juga: Dua ABK Korban Tabrakan Kapal di Indramayu Ditemukan Tewas
Singkat cerita, usaha outdoor-nya mulai berkembang meski masih berjalan tanpa manajemen. Tahun 2010 usahanya berbuah manis. Saat brand serupa hanya menjual produk buatannya, Zebra Wall kerap mendapat pesanan custom.
Salah satu yang membuat produk outdoor kian diminati adalah film 5cm. Film yang dibintangi Herjunot Ali, Raline Syah, Pevita Pearce, Deni Sumargo dan Saykoji itu dirilis tahun 2012. Namun disaat tren outdoor naik, ternyata produk serupa pun mulai bermunculan.
"Ada dampak dari film itu. Outdoor mulai jadi life style. Mulai rame memang, tapi produsen juga mulai menjamur," sebut Cecep.
Namun demikian, Cecep tetap konsisten memproduksi produk sendiri, dan sangat membuahkan hasil. Meski tak menyebutkan nilai omzetnya, namun dalam sebulan ada sekitar 900-1.000 pcs yang ia jual kepada konsumennya.
Pangsa pasarnya masih cakupan lokal. Seperti Bandung Raya, Jakarta, Palembang, Surabaya hingga Makasar. Ia berharap ke depannya pemasaran produknya semakin meluas.
"Paling laku itu jaket sama celana. Target pasar saya waktu itu pecinta alam sama mahasiswa. Kebanyakan memang custom order dari komunitas dan sebagainya," ujarnya.
Berita Terkait
-
Geliat Bisnis Kostum Lukis Mahasiswi Unand Padang, Berawal dari Coba-coba
-
Peluang Bisnis Menggiurkan di Bulan Suci Ramadan
-
Pegiat UMKM, Ini Tips Bisnis Kembali Maju Usai Pandemi
-
Dear UMKM, Yuk Curi Start Agar Bisnis Moncer Usai Pandemi, Begini Caranya!
-
Siap Diumumkan 5 April, LG Positif Keluar dari Bisnis Smartphone
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
6 Fakta Tuntutan Mati Terdakwa Ririn, Pembunuh Satu Keluarga di Indramayu
-
Habisi Satu Keluarga Termasuk Bayi 8 Bulan di Indramayu, Terdakwa Ririn Dituntut Hukuman Mati
-
Bupati Sukabumi Pecat Kepala Desa Babakanjaya Terkait Dugaan Penyimpangan APBDes
-
Tak Cukup Satu Tersangka, Pengacara Minta Polres Sukabumi Kota Tahan BHW dan Buru Penerima Video
-
Mahasiswa Bandung Demo Kritik MBG dan Ekonomi, Dedi Mulyadi: Enggak Ada Problem, Sudah Biasa