Suhardiman
Minggu, 04 April 2021 | 12:56 WIB
Salah seorang pekerja di usaha milik Cecep tengah memproduksi jaket di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Cecep tak memungkiri ada risiko dibalik market custom order selama ini lantaran sistem tersebut hanya mengerjakan keinginan pemesan. Ia terjebak dalam zona nyaman itu, sehingga melupakan brand sendiri.

Puncaknya sangat dirasakan ketika pandemi Covid-19 mewabah. Custom ordernya mengalami penurunan. Awal pandemi pesanan menurun hingga 90 persen. Apalagi saat itu aktivitas produksinya sempat dihentikan sebulan.

Ia tetap bertahan dan berkomitmen untuk mengembangkan usahanya. Kini usahanya mulai mengalami peningkatan lagi. Kali ini Cecep bukan hanya fokus terhadap custom order saja.

Pemasaran produk dengan metode digital marketing mulai digarapnya agar tetap eksis di bisnis apparel. Sistem yang belum digarapnya secara optimal sejak merintis usaha.

"Sebetulnya saya ketinggalan jauh. Kalau pesanan sekarang alhamdulillah udah naik lagi," tukasnya.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Load More