SuaraJabar.id - Neneng Halimah (46), warga Kampung Cisawi, RT 03/05, Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terpaksa menepuk jidat usai kena tipu orang yang mengaku sebagai petugas BLT UMKM.
Belum lama ini, ibu rumah tangga tersebut menjadi korban penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan dari pihak kecamatan. Pelaku mengenakan seragam mirip Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat menipu korban.
Oknum tersebut memperdaya Neneng dengan iming-iming bisa mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi pelaku UMKM yang gulirkan pemerintah. Namun bukan bantuan yang diterima, malah emas senilai puluhan juta milik korban yang raib.
Skenario yang dibuat pelaku dalam melancarkan aksinya itupun terekam kamera CCTV dan viral di media sosial, meski tidak utuh. Awalnya pelaku yang mengenakan seragam mirip PNS dibalut jaket hitam itu datang ke kawasan rumah korban.
Menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat, pelaku terlihat bercengkrama dengan sejumlah warga. Di antaranya. Anin Taryana (52), sebelum akhirnya menghampiri korban yang tengah membabat rumput depan rumahnya.
"Kejadiannya itu Jumat, tanggal 16 April sekitar pukul 10 (pagi) lebih. Waktu itu pelaku ngobrol sama saya dulu, nanyain soal burung baru ke korban," ujar Anin, kakak korban kepada Suara.com, Selasa (20/4/2021).
Dalam percakapan dengan korban, Anin curiga pelaku tergoda untuk memiliki dua gelang seberat 25 gram dan 30 gram yang dikenakan adiknya saat itu. Kemudian mulai melancarkan modusnya dengan menawarkan bantuan UMKM.
Korban sendiri memiliki kios Pom Mini. Kemudian pelaku mengajak korban ke sebuah tempat di kawasan Jalan Raya Kolonel Masturi, Parongpong dengan dalih akan dibantu proses administrasi pencairan bantuan tersebut.
Merasa tergoda dan seperti terhipnotis dengan bantuan itu, korban pun menuruti skenario pelaku. Korban yang saat itu dibonceng sepupunya mengikuti pelaku ke sebuah tempat. Setelah sampai, sepupu korban saat itu diperintahkan untuk mengambil foto usaha korban.
Baca Juga: Bahu Jalan Longsor, Tanaman Hias Senilai Puluhan Juta Rusak
Kesempatan berdua tersebut akhirnya dimanfaatkan pelaku dengan meminta korban untuk melepaskan dua gelang di lengannya, dengan alasan agar pencairan bantuan UMKM tersebut lebih mudah. Dengan mudahnya seperti dihipnotis gelang tersebut diserahkan korban.
"Alasannya kalau pakai emas, nanti susah cair karena kelihatan punya uang. Terus disuruh beli materai, adik saya nurut. Ternyata pas beli materai pelaku sudah kabur," ungkap Anin.
Sepupu yang mengantar korban ke lokasi pelaku melancarkan aksinya itu baru merasa curiga dan khawatir setelah ingat Neneng mengenakan gelang emas, yang diperkirakan senilai Rp 14 juta.
"Pas mau moto itu baru curiga. Kemudian sama suami korban ke sana lagi ternyata emasnya udah dibawa pelaku," kata Anin.
Kejadian tersebut sudah dilaporkan keluarga ke Polsek Cisarua. Kanit Reskrim Polsek Cisarua, AKP Asep M mengakui sudah menerima laporan adanya kejadian tersebut.
"Sudah terima laporan," ucap.
Berita Terkait
-
Gus Ipul Pecat PNS Kemensos Meski Data Absen Selalu Hadir, Ternyata Ini Triknya!
-
Sampai Kapan ASN WFA setelah Libur Lebaran 2026? Ini Aturan Lengkapnya!
-
Apa Itu Zero Growth? Konon Katanya Bakal Diterapkan untuk Pembukaan CPNS 2026
-
Apakah 2026 Akan Ada CPNS? Ini Penjelasan Terbaru dari Pemerintah
-
Dinilai Nggak Peka, Jeje Govinda Batal Naikkan Tunjangan DPRD KBB
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Kawal PPDB Jabar, Iwan Suryawan Janji 'Pelototi' Anggaran Sekolah Swasta Gratis
-
Pengamat Apresiasi Langkah Penguatan Tata Kelola BUMN demi Efisiensi dan Transparansi
-
Libur Idul Adha, Pantai Anyer Diserbu Ribuan Wisatawan
-
PPDB Jabar Harus Transparan: Semua Calon Siswa Punya Hak Sama, Stop Praktik Curang!
-
Manajemen Persib Buka Suara Terkait Sanksi Transfer Ban dari FIFA