SuaraJabar.id - Polisi mendalami kasus dugaan penganiayaan bocah perempuan berusia 10 tahun yang dilakukan ayah kandungnya.
Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Septiawan Adi Prihartono mengatakan, pihaknya telah memanggil DS (36) dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan.
"Masih diperiksa oleh penyidik," ujar Septiawan, dilansir dari Ayobandung.com--jaringan Suara.com, Minggu (25/4/2021).
Pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini Pelaku dilaporkan oleh istri terduga yang merupakan ibu tiri korban.
"Pelapor meminta untuk dimediasi antara korban dan ayah kandungnya," ucapnya.
Sebelumnya, seorang bocah di Kota Tasikmalaya, diduga dianiaya ayah kandungnya. Akibatnya, korban mengalami luka memar di bagian kedua kaki dan tangannya.
Peristiwa itu dilaporkan ibu tiri korban ke pihak kepolisian. Dugaan penganiayaan tersebut terjadi pada Senin 12 April 2021.
Saat itu korban diminta tolong oleh ibu tirinya untuk membuang kotoran kucing, tapi korban tidak mau.
Ibu tirinya lalu meminta suaminya untuk membuang kucing karena banyak konsumen yang merasa tidak nyaman dengan bau kotoran kucing.
Baca Juga: Ehemm! Cita Citata Malam Mingguan Sama Indra Bruggman, Warganet Gaduh..
Ayah kandung korban kemudian meminta anaknya untuk membuang kotoran kucing dan korban menangis sambil melawan dan mengacak-acak baud yang ada di bengkel.
Melihat korban seperti itu, ayah kandungnya marah dan memukul serta mencubit bagian kaki dan tangan hingga korban alami luka memar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Mengenal Simpadampro: Aplikasi Futuristik Damkar Bogor yang Bisa 'Ramal' Kebakaran
-
Kontrak Ratusan Ton Sampah Tangsel ke Cileungsi Terbongkar
-
Bikin Warga Gatal dan Bau Menyengat, Usaha Limbah B3 di Parungpanjang Disegel Pemkab Bogor
-
5 Surga Wisata Kuliner Kota Bogor yang Wajib Dicoba, Dari Legendaris hingga Kekinian
-
BRI-Kemenpora Dorong Atlet SEA Games 2025 Jadi Juara di Arena dan Finansial