SuaraJabar.id - Mengaku terdesak kebutuhan sehari-hari dan harus melunasi utang pada tetangga, dua emak-emak di Kota Tasikmalaya nekat banting setir jadi copet. Mereka mengaku, terinspirasi untuk mendapatkan uang secara instan dengan cara mencopet dari tayangan sinetron.
Kekinian, dua emak-emak berinisial MK (40) dan DSL (44) telah ditangkap polisi. Salah satunya yakni MK mengaku sudah dua tahun lebih mencopet di pasar-pasar dadakan seperti di Car Free Day (CFD) atau pasar kaget lainnya.
Sebelum menjadi copet yang menyasar dompet dan handphone (hp), MK mengaku pernah menjalani aksi kriminalitas. Ia pernah mengutil pakaian dikala stand atau lapak pedagang ramai dikerumini pembeli.
"Awalnya saya hanya mgambil pakaian di CFD. Beli baju satu sambil ngambil baju lainnya dimasukan ke kantong saat penjual lengah," ujar MK saat diperiksa penyidik unit reskrim Polsek Cihideung Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (29/6/2021).
Menurutnya, ia nekat mengutil pakaian dan mencopet lantaran terdesak utang kepada tetangga sebesar Rp 1,3 juta. Barang hasil mencopet dijual dan sebagian hasilnya dibayarkan utang.
Ibu dengan 4 orang anak tersebut mengatakan, dirinya mulai mencopet dompet dan hp terinspirasi dari sinetron di televisi tentang pencopet.
"Ya itu pak, terinspirasi dari sinetron copet di tv," ucapnya.
Ia berdalih, penghasilan suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga dirinya nekat melakukan tindakan melanggar hukum.
"Saya dikasih sama suami Rp 350 ribu seminggu. Itu gak cukup untuk sehari-hari," kata dia.
Hal serupa dikatakan DSL (44) perempuan pencopet lainnya yang juga diamankan unit reskrim Polsek Cihideung. Kepada penyidik ia mengaku nekat mencopet karena terdesak kebutuhan ekonomi.
Baca Juga: Viral Pria Diduga Penagih Utang Dikeroyok Emak-emak, 'Gagal Dipecat, Nagih Sekarat'
Menurutnya, sejak suaminya kecelakaan lalu lintas dan kakinya patah beberapa tahun lalu, suaminya tidak lagi bekerja. Sehingga tulang punggung keluarga ia pikul sendiri untuk membiayai anak- anaknya.
"Anak saya 6, suami sudah tidak bekerja sejak kecelakan. Saya nyopet hanya di pasar kojengkang saja di hari Minggu dari pagi sampai siang. Saya fokusnya nyopet uang," ujar DSL di Mapolsek Cihideung.
Kapolsek Cihideung Kompol Zenal Muttaqin melalui Kanit Reskrim Polsek Cihideung Iptu Ruhana Efendi mengatakan, MK dan DSL merupakan pencopet spesialis di pasar kojengkang di Dadaha.
Keduanya ditangkap di rumahnya masing-masing di wilayah Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, dan di wilayah Bungursari, Kota Tasikmalaya.
"Para pelaku ini sudah beraksi cukup lama. Dari tangan pelaku dapat diamankan beberapa hp yang belum sempat dijual," ujar Ruhana.
Ia menambahkan, kali terakhir mereka beraksi di pasar kojengkang yakni pada Minggu, 27 Juni 2021. Korbannya warga Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya.
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Mengenal 'Predator', Sapi Simental 1,1 Ton Milik Presiden Prabowo untuk Warga Sukabumi
-
Sering Dikeluhkan Warga di Medsos, Dinkes Bogor Ancam Beri Sanksi Puskesmas Cisarua
-
Sentil Penataan Keraton, KDM: Jangan Buru-Buru Pikir Wisata, Urus Lembur dan Kota Dulu
-
Bupati Sukabumi Bantah Masjid Al Afghani Mangkrak, Asep Japar: Terkendala Keterbatasan Anggaran
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang