SuaraJabar.id - Warga Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengungkapkan tersangka pembuatan obat-obatan ilegal berinisial SS merupakan sosok yang misterius.
Tersangka melapor kepada pihak RW setempat empat bulan lalu bahwa ia akan mengontrak sebuah gudang tak terpakai untuk usaha ternak ayam dan burung.
"Laporannya untuk ternak ayam dan burung. Setelah itu tidak bertemu lagi. Memang jarang ke sini katanya," ujar Asep Yuyu, Ketua RW setempat.
Seperti diketahui, Polda Jabar melakukan penggerebekan sebuah gudang di Desa Sukajaya pada Rabu (7/7/2021) sore. Gudang tersebut dijadikan tempat untuk memproduksi obat-obatan terlarang tanpa izin jenis pil Double LL, Y serta masih polos.
Asep sama sekali tak curiga tempat tersebut dijadikan tempat usaha ilegal. Namun penemuan ini diakuinya membuatnya malu sebagai aparat kewilayahan.
"Gak tau sama sekali. Setau saya untuk miara binatang. Kaget dan malu," ujarnya.
Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Rudy Ahmad Sudrajat mengatakan, di dalam gudang tersebut tersangka SS menang memelihara burung dan ayam yang diduga merupakan modus agar tidak dicurigai warga setempat.
"Di belakang ada peternakan ayam dan burung. Diduga modus penyamaran. Dikontrak oleh sodara SS dikontrak selama 3 tahun. Tapi baru 4 bulan," ungkap Rudy.
Di tempat tersebut, tersangka memproduksi obat- obatan yang tidak memiliki ijin edar alias ilegal berupa obat G jenis Double L dan Y atau Trihexyphenidyl serta obat polos.
Baca Juga: Kasus Korupsi Bansos Corona Aa Umbara, KPK Panggil Sekda hingga Ketua DKM Masjid
Kemudian agar warga tidak curiga, tersangka juga memasang alat peredam suara agar suara genset tidak didengar warga sekitar.
"Jadi kalau mesin beroperasi, suaranya berkurang. Dindingnya dipasang kedap suara," sebut Rudy.
Bisnis haram yang dijalankan SS ternyata memiliki omzet yang menggiurkan. Dari hasil memproduksi obat-obatan terlarang jenis Double L dan Y, tersangka SS bisa mendapat sekitar Rp 12 juta dari 100 ribu butir pil yang dikemas ke dalam satu dus.
"Sehari satu dus berisi 100 ribu butir dijual Rp 12 juta. Didistribusikan ke luar Pulau Jawa," jelas Rudy.
Dalam sehari, tersangka SS bisa memproduksi "pil setan" hingga 100 ribu butir yang dikemas ke dalam satu dus, yang kemudian dibagi ke dalam 100 plastik dengan jumlah 1.000 butir.
"Untuk pil yang sudah jadi yang sudah disita ada 1,5 juta butir," ucapnya.
Bahan-bahan pembuat obat-obatan ilegal seperti tepung Magnesium Sterate, tepung Sodium Starch Glycolate, tepung tapioka, tepung Talc Powder Haicen, tepung Microcrystalline Cellulose, alkohol dan laktose didapat dari tersangka berinisial L yang sudah diamankan terlebih dahulu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir
-
Pemkab Bogor Ambil Alih Pengelolaan Masjid At-Ta'awun di Puncak
-
Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri
-
Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan
-
Melebarnya Garis Penyidikan KPK di ATR/BPN, Dari Summarecon ke Kota Baru Parahyangan