SuaraJabar.id - Warga Kampung Pasirkelapa Desa Mayak Kecamatan Cibeber, Kabuapten Cianjur meradang. Mereka memrotes kebijakan pemerintah kabupaten setempat yang mengganti nama jalan, tanpa adanya sosialisasi dan kesepakatan dengan warga setempat.
Menurut warga, nama jalan yang saat ini bernama ASN, tidak memiliki kedekatan dengan kedaerahan dan juga nilai sejarah wilayah. Apalagi jalan tersebut menghubungkan antara Desa Mayak dan Desa Sukaraharja.
Tokoh masyarakat Desa Sukaraharja Apan Jajuli (70) mengemukakan, sejak lama warga tidak menyetujui nama Jalan ASN lantaran tidak sesuai dengan keinginan masyarakat.
“Sejarahnya dulu itu yang pertama membangun jalan ini adalah ulama bernama KH Aang Nuh Gentur dan Mama Zakaria Balengbeng. Jalan dibangun sebagai akses pengajian, kemudian menjadi tempat ziarah Mama Zakaria oleh sejumlah umat muslim di Cianjur,” tuturnya kepada Cianjur Today-jaringan Suara.com pada Selasa (27/7/2021).
Apan mengemukakan, warga banyak yang menghendaki nama jalan tersebut ke yang lama, yakni Jalan Pajaratan Balengbeng.
“Inginnya nama Jalan ASN tersebut dikembalikan ke nama jalan yang dulu, yaitu Pajaratan Balengbeng. Karena bukan hanya warga yang keberatan, tetapi juga keluarga ulama yang membangun jalan ini kerap mempertanyakan perubahan nama jalan tersebut,” terangnya.
Senada dengan Apan, Warga Desa Sukaraharja, Ilham (40) mengaku, turut berjuang dalam upaya pembangunan jalan tersebut.
“Dulu saya yang mengajukan pembangunan jalan itu dengan membuat proposal pada masa pimpinan Bupati Irvan Rivano Muchtar dan alhamdulillah pada 2019 akhirnya diperbaiki. Namun memang, ketika peresmian jalan, para tokoh masyarakat tidak dilibatkan dalam hal penamaan jalan itu,” ujarnya.
Dia mengemukakan, instansi terkait seharusnya menamakan jalan sesuai dengan asal-usul dan histori kewilayahan.
“Bisa saja kan dinamakan Jalan Aang Nuh atau Mama Zakaria sebagai penghormatan kepada para ulama yang berjasa membangun daerah ini pada zaman dahulu,” ucapnya.
Baca Juga: Nilai WFH Tak Efektif, Bupati Cianjur Perintahkan ASN Kembali Ngantor
Bahkan, dia mengaku, selama ini tidak tahu harus mengadukan ke mana terkait protes warga terkait penamaan Jalan ASN.
“Saya bingung harus ngadu ke siapa, banyak protes dari masyarakat tentang nama jalan ini ke saya,” jelasnya.
Sementara itu, saat dihubungi Cianjurtoday, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum memberikan komentar apapun terkait penamaan Jalan ASN di Kecamatan Cibeber itu.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
4 Poin Penting di Balik Skandal Dugaan Jual Beli Jabatan, yang Guncang 14 ASN di Kabupaten Bogor
-
Perkuat Transformasi Digital, BRI Kantongi Sertifikasi ISO/IEC 25000
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar