SuaraJabar.id - Berbagai cara dilakukan penjulan minuman keras atau miras untuk mengelabui petugas. Yang paling umum ditemukan, mereka menggunakan modus berkamuflase menjadi penjual jamu tradisional.
Di Kota Tasikmalaya, penjual miras mencoba mengelabui petugas dengan cara menjual arak dan anggur di warung kopi atau warkop.
Namun kamuflase itu tetap dapat terendus petugas kepolisian.
Saat didatangi Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya, pemilik warkop berinisial MA (50) berkelit tidak menjual miras.
Namun setelah digeledah, tim khusus Polres Tasikmalaya menemukan miras jenis arak dan anggur merah.
Tak tanggung-tanggung, wanita paruh baya ini menyimpannya di bawah bantal dan tempat tidur.
“Saat digeledah lampu kamar mati sehingga terlihat gelap,” ujar Kepala Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya, Kota Ipda Yudi kepada wartawan, Jumat (20/8/2021) dinihari.
Dari warkop tersebut, kata dia, didapati 24 botol miras yang disita polisi. Terdiri dari 9 botol arak, 14 anggur merah.
“Kita beri surat panggilan untuk datang ke Mapolres untuk menjalani pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.
Baca Juga: Lagi Asyik Main Judi Domino, Emak-emak Kaget Disergap Sosok Ini
Pihaknya akan terus gencar melakukan operasi agar situasi aman dan kondusif tetap terjaga.
“Jika ada hal yang mencurigakan, segera lapor agar cepat ditindaklanjuti petugas di lapangan,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Lawan Kekeringan, Petani Tasikmalaya Swadaya Bikin Kincir Air
-
Harga Tiket Masuk Goa Safarwadi Tasikmalaya yang Mitosnya Bisa Tembus Mekkah
-
Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M
-
Reuni Kemerdekaan di Warkop: Antara Secangkir Kopi dan Makna Merdeka
-
Promosi Miras Pakai Ayat Alquran Dinilai Penistaan Agama, FKBI Dorong Publik Boikot Produknya
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Tak Dibuang Tapi Dibantu, Igor Tolic Buka Suara Keputusan Lepas Ramon Tanque
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan
-
Pemkab Bogor Pastikan Layanan Masyarakat Tetap Prima di Tengah Proses Hukum KPK
-
Usai Bappenda dan BKPSDM, Kini Giliran Disdik Bogor Digeledah KPK