SuaraJabar.id - Kuasa Yosef Hidayah, Rohman Hidayat mengatakan kliennya lelah terus dicecar pertanyaan soal kasus pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Sari aias Amel oleh polisi.
Proses pemeriksaan terhadap kasus pembunuhan Amel dan ibunya yang panjang ini diakuinya membuat Yosef kelelahan.
Ia menyebut, Yosef yang merupakan suami dari Tuti dan ayah Amel ini mulai depresi karena selalu mendapat pertanyaan yang sama dari polisi.
Meski demikian, Rohman mengatakan kondisi kliennya masih terkendali, alias baik-baik saja.
“Kondisinya sejauh ini baik, cuma yang pasti kelelahan karena sudah sering menjalani pemeriksaan tambahan oleh pihak kepolisian yang isi BAP-nya terus diulang-ulang,” ujar Rohman, dikutip dari Hops.id-jejaring Suara.com, Kamis (9/9/2021).
Kini, saat kondisinya terlalu lelah lantaran terus-terusan dicecar polisi, Yosef ingin melakukan kegiatan lain yang membuatnya lebih tenang, yakni kembali mengurus yayasan miliknya yang telah lama ditinggalkan.
“Beliau menyampaikan kepada saya, ingin kembali mengurus yayasan miliknya yang berada di Serangpanjang itu,” terang Rohman.
Lebih jauh, Rohman memastikan, keputusan tersebut merupakan langkah baik dan mulia.
Sebab, kliennya itu sadar, ada sejumlah karyawan yang perlu diperhatikan setelah ditinggal cukup lama.
Baca Juga: Kasus Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak, Polisi: Beberapa Orang Sudah Kita Curigai
“Karena yayasan itu butuh diurus terlebih kejelasan dari karyawan-karyawannya seperti harus membayarkan hak mereka,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya. Pakar Hukum Ricky Vinando menduga, Yosef kerap berbohong dalam memberikan keterangan. Hal tersebut, menurutnya, dia lakukan untuk terhindar dari tuduhan maupun tudingan.
“Ini diduga kuat hanya alibi agar tidak terjerat kasus ini agar seolah-olah dia (Yosef) tidak ada kaitannya sama sekali dengan penemuan mayat di rumahnya sendiri. Dia berusaha menjauhkan dirinya dari locus delicti,” kata Ricky.
“Tapi secara logika hukum pidana, untuk kasus ini, yang paling mengetahui bagaimana situasi dan kondisi TKP hanya dia, tidak ada orang lain,” lanjutnya.
Bukan hanya itu, menurut Ricky, Yosef juga kerap berbohong di berbagai kesempatan. Itulah mengapa, untuk membongkar kebohongan tersebut, dia mendesak kepolisian setempat memeriksa Yosef dengan alat pendeteksi kebohongan atau lie detector.
“Saya prihatin lihat kasus ini belum terungkap. Saya kepada Kapolres Subang (meminta) agar Yosef diperiksa saja pakai lie detector, supaya kasus ini cepat terungkap.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya
-
Kemenbud Bakal Tingkatkan Situs Bersejarah di Kabupaten Bogor Jadi Cagar Budaya Nasional