SuaraJabar.id - Pembangunan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) seolah membuka tabir keberadaan Gunung Hejo di Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Tol sepanjang 54 kilometer yang menghubungkan Jakarta-Bandung itu mulai digarap tahun 2003 era Presiden Megawati Soekarnoputri, yang dibangun dalam dua tahap. Akses cepat itu rampung dan beroperasi tahun 2005.
Nama Gunung Hejo pun mengemuka di balik pembangunan tol tersebut. Awalnya pengembang merencanakan ruas jalan tol lurus menembus gunung tersebut. Namun keanehan pun mulai muncul ketika itu.
Konon, teropong untuk melihat gunung tiba-tiba gelap dan pecah lebih dari sekali. Kemudian alat berat yang semula akan digunakan untuk menembus Gunung Hejo tiba-tiba mati dan sama sekali tak bisa dioperasikan.
"Saya tidak melarang apa yang diinginkan mereka. Tapi beko (alat berat) mati, yang buat ngeker (teropong) rusak," tutur kuncen Gunung Hejo, Mustopa bin Ija Banten alias Abah Kecrik kepada Suara.com, Selasa (7/9/2021).
Pengembang menyerah sehingga ruas jalan tol dititik tersebut akhirnya dibuat melingkar. Pengembang tak ingin ambil risiko dengan kejadian-kejadian yang dialami selama mengincar Gunung Hejo.
Singkat cerita, ruas Tol Cipularang pun rampung dan bisa digunakan. Namun cerita Gunung Hejo bukannya meredup. Malah sebaliknya. Gunung itu malah semakin dikenal dengan mitos dan hal-hal mistis lainnya.
Gunung yang terletak di kilometer 96-97 itu dikenal sebagai tempat ritual pemujaan dan pesugihan di kalangan masyarakat. Konon katanya, banyak orang dari berbagai daerah datang ke sana untuk meminta kekayaan dan sebagainya. Gunung Hejo dianggap sebagai salah satu lokasi kerajaan gaib terbesar di Pulau Jawa.
Abah Kecrik pun tak menampik akan hal itu. Banyak tamu dari berbagai daerah yang datang kepadanya dengan tujuan ke Gunung Hejo. Namun ia menegaskan Gunung tersebut tersebut bukanlah tempat untuk memuja, apalagi untuk pesugihan dan semacamnya.
Baca Juga: Akhirnya, KPI Perbolehkan Saipul Jamil Tampil di TV; Sebagai Bahaya Predator
Peziarah atau seorang yang datang pada umumnya ingin bermeditasi dan memanjatkan berdoa. Umumnya, para peziarah datang ke tempat tersebut berdzikir hingga membaca ayat suci Al-quran.
Sebab doa terbaik sejatinya hanyalah kepada Allah SWT. Bukan maksud untuk menduakan Sang Maha Pencipta, namun kedatangan mereka ingin mencari keberkahan sebagai bentuk dari ikhtiar.
"Bukan untuk menyembah, tapi ikhtiar saja. Misalnya, mereka punya utang minta dimudahkan untuk membayarnya," ungkap Abah Kecrik.
Keberadaan Prabu Siliwangi
Keberadaan makam keramat atau petilasan raja-raja Pasundan di jaman dahulu seperti Prabu Siliwangi menjadi alasan tamu berdatangan ke Gunung Hejo. Dari mulai Jambi, Lampung dan berbagai daerah lainnya di Jawa Barat maupun luar Jawa Barat disebut Abah Kecrik berdatangan ke Gunung Hejo.
Petilasan itu ditandai dengan batu dibungkus kain putih dikelilingi pagar besi di sebut-sebut tempat yang pernah disinggahi Prabu Siliwangi. Petilasan itu berdiameter kurang lebih 1,5 meter x 1x5 meter.
Berita Terkait
-
Mitos Photographic Memory ala Sherlock: Menguji Klaim Brain Hacks
-
Review Drama As You Stood By, Ketika Hukum Gagal Melindungi Korban KDRT
-
Amnesia Pasca Kecelakaan? Misteri Kelam dalam Novel Ketika Sukma Terjaga
-
Dilema Ular Jelmaan Pembawa Pesan Petaka dan Tangis Mbah Darmi
-
Ulasan Novel Membunuh Alice: Ketika Mimpi Buruk Menjadi Kenyataan
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
Terkini
-
Bandara Husein Kembali Beroperasi, Pedagang Pasar Baru Bandung Harap Wisatawan Meningkat
-
Bawaslu Kabupaten Bogor Buka Suara Soal Tagar 'Percuma Lapor Bawaslu', Jadikan Introspeksi Diri
-
KPK Sita Dokumen dan Barang Bukti Elektronik dari Kantor Summarecon di Bogor
-
Heboh Penemuan Jasad Wanita Belanda Tewas di Hotel Bandung, Polisi Gelar Penyelidikan
-
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor Naik Penyidikan, Mungkinkah Nusron Wahid Diperiksa KPK?