SuaraJabar.id - Dua buah truk mengalami kecelakaan tunggal ketika melintas di tanjakan Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (15/9/2021).
Kedua truk itu sama-sama tak bisa nanjak kemudian mundur dan terguling. Keduanya juga sama-sama masuk jurang yang cukup dalam.
Jalan Raya Gentong sendiri dikenal sebagai jalur rawan kecelakaan atau jalur tengkorak.
Sebagai pertanda bahwa jalur Tanjakan Gentong merupakan jalur rawan kecelakaan, di pinggir jalan pun di pasang rambu-rambu berlambang tengkorak. Bahkan polisi membuat sebuah tugu dengan sepeda motor ringsek di atasnya.
Kondisi jalan yang berkelok dan menanjak atau menurun serta berada di antara tebing dan jurang, membuat jalur ini sering dianggap sebagai jalur tengkorak.
Bagi sebagian masyarakat Gentong, kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Gentong tidak semata-mata lantaran persoalan teknis kendaraan, tapi kerap dikaitkan dengan sebuah cerita misteri Nyai Sinden bernama Neng Syarifah yang berkembang di masyarakat Gentong.
Salah seorang warga, Aip (38) mengatakan, cerita misteri tentang Nyai Sinden Neng Syarifah sudah ada sekitar tahun 1940-an.
Menurutnya, Nyai Sinden Neng Syarifah merupakan sinden panggung yang merupakan warga asal Gentong. Konon katanya, Nyai Sinden Neng Syarifah memiliki paras yang cantik dengan rambut bersanggul dan memakai kebaya merah berselendang merah.
"Kata orang tua dulu, Neng Syarifah itu seorang sinden dalam sebuah grup ronggeng di Kadipaten dan banyak penggemarnya. Pakaiannya serba merah," ujar Aip.
Baca Juga: Truk Kontainer Bermuatan Daging Terguling di Cikupa, Tutup Jalan hingga Sebabkan Kemacetan
Jadi Tumbal Pembangunan Jembatan
Aip menuturkan, dari cerita yang berkembang di masyarakat, Nyai Sinden berkebaya merah itu dijadikan tumbal untuk pembangunan jembatan yang dikenal dengan Jembatan Sarongge, di Kampung Gentong, Desa Buniasih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya pada zaman penjajahan Belanda.
Lantaran kematiannya yang tidak wajar itu, arwah Nyai Sinden Neng Syarifah konon kerap menampakkan diri kepada pengendara yang melintasi Jalan Gentong.
Bahkan tak jarang meminta tumpangan kepada pengendara dan minta diturunkan di sekitar jembatan atau tempat yang sunyi.
"Kata para sopir yang pernah melihat dan ditumpangi Nyai Sinden, kendaraan menjadi terasa berat ketika menaiki tanjakan," ucapnya.
Ia menyebut kisah Nyai Sinden Neng Syarifah tersebut cukup familiar di kalangan warga Gentong.
"Dari cerita orang tua, Nyai Sinden Neng Syarifah bersama grup ronggengnya dikubur hidup-hidup dijadikan tumbal," ungkapnya.
Tag
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Mencekam! Nobar Persib vs Persija di Depok Berujung Bentrok, Gang Jati Sempat Memanas
-
GBLA Membiru! 5 Fakta Menarik Persib Kunci Juara Paruh Musim Usai Tekuk Persija 1-0
-
Hindari Titik Ini! Banjir Rendam Jalur Pantura Kudus
-
Persib vs Persija: Antara Dominasi Maung Bandung dan Kebangkitan Macan Kemayoran
-
Mengenal Simpadampro: Aplikasi Futuristik Damkar Bogor yang Bisa 'Ramal' Kebakaran