Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Sabtu, 18 September 2021 | 14:10 WIB
Uwes Kurni (38), penyandang disabilitas asal Cisomang Barat, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. [Suara.com/ Ferry Bangkit Rizky]

Selain dititipkan di warung-warung sekitar rumahnya, cemilan ini ternyata sudah dipasarkan ke luar daerah seperti Banjaran, Sukabumi dan Bekasi.

"Alhamdulillah, mungkin ini rezekinya," ucap Uwes.

Kisah Kehilangan Kedua Kakinya

Ketika fisiknya masih sempurna, Uwes pernah bekerja pada proyek bangunan di Jakarta. Namun kejadian nahas menimpanya. Ia mengalami kecelakaan kerja saat berusia 24 tahun.

Baca Juga: 5 Anak Artis Punya Brand Sendiri, Ada Anak Kiano Anak Baim Wong

Sepasang kakinya terhimpit mobil crane. Setahun kemudian Uwes harus rela kakinya diamputasi karena mengalami pembusukan. Uwes pun batal menikah padahal sebelumnya sudah direncanakan bertunangan dengan kekasihnya.

Setelah menjalani operasi, Uwes hanya berdiam diri di rumahnya. Ia bahkan enggan bertemu orang lain selama setahun. Ia masih trauma dengan kejadian yang dialaminya.

Untuk menghilangkan jenuh dan mencari penghasilan, ia membuka usaha jualan pulsa meski akhirnya bangkrut.

Tak lama kemudian, ada temannya dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) yang mendorong dan mengajaknya untuk keluar dari keterpurukan.

"Terus saya mulai dari membuka kedai warung kopi, membuat sabun cair, berdagang kripik singkong, hingga sekarang membuat makanan olahan berbahan dasar pisang," terang Uwes.

Baca Juga: Kegantengan Rafathar Banjir Pujian, Netizen: Perpaduan Sempuran Gigi dan Raffi

Enggan Merepotkan Orang Lain

Load More