SuaraJabar.id - Kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ramai dikunjungi wisatawan di akhir pekan ini. Padahal, objek wisata di kawasan tersebut belum sepenuhnya dibuka.
Tercatat baru ada tiga objek wisata yang sudah dibuka, yakni The Lodge Maribaya, The Great Asia Africa dan Farmhouse. Sementara sisanya masih harus ditutup.
Namun demikian, keberadaan resto dan kafe serta penginapan yang berkonsep alam sepertinya menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk menghabiskan akhir pekan di kawasan Lembang.
Dari pantauan pada Minggu (10/10/2021), ruas Jalan Raya Lembang, Bandung Barat dari arah Kota Bandung menuju Lembang maupun sebaliknya dipadati kendaraan wisatawan yang hendak menuju objek wisata.
KBO Satuan Lalu Lintas Polres Cimahi Iptu Erin Heriduansyah mengatakan, terjadi peningkatan volume kendaraan hingga 30 persen dari akhir pekan sebelumnya.
"Untuk kondisi arus lalu lintas di kawasan wisata Lembang sendiri pada akhir pekan ini meriah lancar. Ada peningkatan 30 persen volume kendaraan di jalan raya," katanya.
Kendaraan wisatawan yang memadati Jalan Raya Lembang sendiri didominasi oleh kendaraan dengan plat nomor Bandung Raya. Meskipun tak sedikit juga kendaraan dengan plat nomor Jakarta, Bogor, Subang, dan daerah lainnya.
"Untuk wisatawan Jakarta itu justru hari Sabtu kemarin puncak kedatangannya, sekarang cenderung sudah arus balik," ucap Erin.
Volume kendaraan bisa saja meningkat lebih tinggi jika tak ada penerapan ganjil genap di Tol Pasteur serta di simpang Ledeng, Bandung.
Baca Juga: Hari Pos Sedunia, Pos Indonesia Beri Diskon Layanan Kurir 70 Persen
"Jadi kendaraan yang masuk ke Lembang ini sudah tersekat oleh ganjil genap di titik lain. Sementara di Lembang kita lebih selektif untuk mengarahkan kendaraan bernomor genap karena yang bisa masuk Lembang hanya yang bernomor ganjil," katanya.
General Manajer Terminal Wisata Grafika Cikole (TWGC) Sapto Wahyudi mengatakan, untuk akhir pekan ini menang terjadi peningkatan kunjungan. Pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
"Untuk penginapan kita sesuai aturan pembatasan kapasitas full 50 persen. Kita kan hanya buka untuk resto dan penginapan saja," tukasnya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Wow! Objek Wisata Baru di Sukoharjo, Tawarkan Berkuda di Hutan Karet
-
Kata Sandiaga Uno Soal Anak di Bawah 12 Tahun Masuk Objek Wisata: Akan Ada Keringanan
-
Ini yang Bikin Garut Jadi PPKM Level 3 hingga Objek Wisata Ditutup Lagi
-
Kembali Masuk PPKM Level 3, Objek Wisata Garut Ditutup
-
Belum Buka Objek Wisata Selain Gembira Loka Zoo, Pemkot Jogja Beri Penjelasan Ini
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Terorganisir! Polisi Ungkap Peran 13 Perusuh May Day Bandung: Ada Perencana Hingga Peracik Molotov
-
Dedi Mulyadi Targetkan Jalur Puncak II Bisa Digunakan Masyarakat Tahun 2027
-
Kabar Buruk Persib Bandung, Layvin Kurzawa Cedera Hamstring Usai Duel Lawan Persija
-
6 Fakta Wacana Pajak Kendaraan Dihapus di Jabar: Ganti Sistem Jalan Berbayar ala Dedi Mulyadi
-
Kisah Nenek Ikah di Sukabumi, Selamat dari Dentuman Mencekam Saat Hendak Salat Magrib