SuaraJabar.id - Tak sedikit warga yang bekerja dari pagi hingga sore hari, sehingga mereka agak kesulitan untuk mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19.
Seperti yang dialami warga Kabupaten Subang yang berprofesi sebagai petani. Mereka sejak pagi hingga sore hari harus bekerja di ladang dan sawah sehingga belum sempat mengikuti vaksinasi.
Tak ayal, kondisi ini membuat tak sedikit warga yang belum mengikuti vaksinasi dan dapat menghambat target herd immunity atau kekebalan bersama.
Melihat kondisi tersebut, Kodim 0605/Subang, Koramil 0510/Binong, dan Batalyon Infanteri (Yonif) 312/Kala Hitam mengambil inisiatif untuk menggelar kegiatan vaksinasi di malam hari.
Kapendam Siliwangi, Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto mengatakan, Pangdam Siliwangi telah memerintahkan jajarannya untuk mengejar target vaksinasi melalui metode door to door.
Untuk mengejar target vaksinasi, selain dilakukan door to door di siang hari, mereka juga melaksanakannya di malam hari.
“Alhamdulillah dengan cara ini mendapatkan hasil yang signifikan, sehingga disebut 'Gerakan Sinovac' yang diartikan Silaturahmi dan Anjangsana Sambil Vaksinasi,” ungkap Kapendam selepas olah raga jalan santai di Taman Pule Kodam III/Slw Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Minggu (21/11/2021) pagi.
Di Dusun Cigadung Subang yang berada di wilayah Koramil 0510/Binong misalnya, banyak warga yang belum divaksin dengan alasan pergi ke ladang untuk bertani saat pelaksanaan vaksinasi di siang hari.
"Dandim 0605/Subang kemudian memberikan perintah kepada para Danramil untuk melakukan vaksinasi di malam hari, dengan menerjunkan tim nakes dari Poskes 03.10.05 Subang serta nakes Yonif 312/KH,” tukas Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto.
Baca Juga: WNA Timur Tengah Penyiram Air Keras ke Istrinya Ditangkap di Bandara saat akan Kabur
Selain di Subang, puskesmas-puskesmas di Kabupaten Cianjur juga membuka layanan vaksinasi di malam hari.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Cianjur Irvan Nur Fauzy, layanan vaksinasi malam hari disediakan di puskesmas penyedia layanan gawat darurat obstetri neonatal (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar/PONED).
Saat dihubungi dari Cianjur pada Minggu, Irvan mengatakan bahwa dari 47 puskemas yang ada di seluruh wilayah Cianjur, ada 24 puskesmas yang berkategori PONED.
"Baru 10 dari 24 puskesmas dengan kategori PONED yang sudah melaksanakan vaksinasi pada malam hari," katanya dikutip dari Antara.
"Puskesmas yang lain masih dipersiapkan untuk melakukan pelayanan yang sama," ia menambahkan.
Penyediaan pelayanan vaksinasi pada malam hari di puskesmas, menurut dia, merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat penuntasan vaksinasi COVID-19 pada 1,9 juta warga yang menjadi sasaran vaksinasi di Kabupaten Cianjur.
Berita Terkait
-
Viral PMI Asal Cianjur Diduga Disiksa di Libya, Kemlu Ungkap Kondisinya
-
Jambore Perdana ABPEDNAS Cianjur Perkuat Tata Kelola Desa dan Perlindungan Hukum
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Pabrik BYD Subang Masuki Tahap Finalisasi Demi Kuasai Pasar Mobil Listrik Indonesia
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Pecah Kongsi Pemkot Bandung! Wawali Erwin Buka-Bukaan Tak Pernah Diajak Bicara oleh Walikota Farhan
-
Syok Saat Kondangan! Orang Tua di Bekasi Pergoki Pembunuh Anaknya Bebas Berkeliaran
-
Pakar IPB Wanti-wanti Proyek PSEL Kayumanis Kota Bogor
-
Ancaman 36 Tahun Penjara untuk Taufik Hidayat Menanti
-
Di Bawah Supervisi Danantara, BRI Tebar Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah