SuaraJabar.id - Ketua Umum Santri Pasundan Aceng Ahmad Nasir mengatakan pihaknya mengapresiasi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurahman yang berencana merekrut prajurit tamtama hingga perwira dari kalangan santri.
Menurut Aceng, rencana Jenderal Dudung tersebut tepat mengingat di awal pembentukannya, mayoritas prajurit TNI atau yang saat itu bernama TKR adalah santri.
“Pak Dudung ini tidak melupakan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa. Panglima TNI pertama itu Jenderal Sudirman," kata Aceng, Kamis (2/12/2021).
“Seorang santri lalu Bung Tomo juga seorang santri dengan Gaung Resolusi Jihad dari Hadrotusyaikh KH Hasyim Asy’ari,” katanya, Kamis (2/12/2021).
Para santri juga, kata dia, dahulu mayoritas bergabung menjadi TKR, TRI dan sekarang menjadi TNI.
“Istilahnya Pak Dudung akan mengembalikan TNI ke khittohnya dari kaum Santri. Ini jelas hal yang sangat positif dan kami sangat mengapresiasi,” tegas Aceng.
Aktivis 98 ini juga mengatakan, rasa ingin menjadi Prajurit TNI bagi setiap generasi muda ini sangat tinggi.
Tentu ini angin segar untuk kaum santri yang diharapkan bisa berkiprah sebagai dai sekaligus pengawal NKRI.
“Persoalan bangsa ini cukup pelik terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan berkaitan tentang terorisme dan Sseparatisme.”
Baca Juga: Rem Blong, Bus Rombongan Santri Terguling di Jalur Wisata Guci Tegal, Balita Jadi Korban
“Nah kalau santri ini sudah dibekali pemahaman yang prulal, moderat dan biasa prihatin, kami optimis langkah strategis KSAD akan berdampak positif untuk kemaslahatan bangsa kedepan,” katanya.
Ia segera mengintruksikan seluruh jajaran Pengurus Santri Pasundan yang tersebar di Jawa Barat, Banten dan DKI untuk bersinergi dengan TNI dalam upaya rekrutmen ini.
Sebelumnya diberitakan, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman mengatakan dalam waktu dekat TNI AD akan merekrut calon prajurit dari alumni santri dan lintas agama untuk menjadi prajurit TNI AD.
Kasad mengatakan hal itu saat meninjau situasi di halaman Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis.
Dudung menyampaikan alasan perekrutan prajurit TNI AD dari kalangan santri dan lintas agama, karena dirinya berkeyakinan bahwa mereka sudah terdidik, baik dari segi moral maupun akhlaknya.
"Diharapkan para prajurit TNI AD yang memiliki latar belakang santri dan lintas agama memiliki akhlak dan tingkah laku yang baik, sehingga mampu mengamalkan Delapan Wajib TNI, Sapta Marga, dan Sumpah Prajurit secara benar di lapangan," kata Dudung.
Dia pun mengimbau kepada peserta reuni Persaudaraan Alumni (PA) 212 untuk sama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Kehadirannya di Monas untuk melihat kondisi dan kesiapan prajurit TNI AD di lapangan dalam mengantisipasi reuni PA 212 dan diharapkan tidak ada aksi-aksi lagi.
"Karena kegiatan tersebut juga belum ada perizinan dari pihak kepolisian," kata mantan Pangkostrad ini dalam siaran persnya.
Harapan ke depan, kata Dudung, seperti apa yang disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa bahwa "TNI Adalah Kita", implementasinya bagaimana caranya rakyat dapat menyayangi TNI AD dan TNI AD lebih sayang pada rakyat.
"Karena TNI berasal dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," ujar jenderal yang pernah menjabat Pangdam Jaya ini pula.
Berita Terkait
-
Sebagai Santri, Saya Marah: Pelecehan Tak Boleh Dinormalisasi di Pesantren
-
Soroti Kasus Kiai Cabul di Pati, Dudung Abdurachman Lindungi Korban
-
Hotman Paris Turun Tangan, Bongkar Taktik Kiai Cabul Ashari Manipulasi Puluhan Santriwati
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Siswa Sekolah Rakyat Doa Lintas Agama Untuk Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Update Jalur Tambang Parungpanjang, Sekda Bogor Ungkap Proses Appraisal dan Skema Hibah Lahan
-
KDM Waspadai Kiamat Ekologi: Kerusakan Bogor Ancam Jakarta, Bekasi, hingga Karawang
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
-
5 Rekomendasi Wisata Karawang Wajib Kamu Kunjungi Bareng Keluarga, Dijamin Seru dan Edukatif