SuaraJabar.id - Akun Instagram @ncoki menulis sebuah komentar bernada fitnah di unggahan Bupati Indramayu, Nina Agustina Dai Bachtiar. Akibatnya, Nina melaporkan tindakan akun itu ke polisi.
Kasus ini berawal ketika Bupati Nina membuat unggahan di akun Instagramnya @ninaagustina1708. Unggahan itu kemudian dikomentari oleh @ncoki.
"Woyyy bayar insentif nakes parah bgt Lo NINA makan sendirian aja !!!!!!" tulis akun @ncoki.
Bupati Nina kemudian membalas komentar @ncoki.
"@ncoki kalau memang anda tidak suka tidak perlu komen fitnah seperti ini. Tuduhan seperti ini saya anggap serius @humaspolresindramayu," balas Bupati Nina.
Bupati Indramayu pun sangat menyayangkan atas tindakan yang dilakukan oleh akun tersebut. Sebab menurutnya, sudah menjurus ke fitnah yang serius. Hal tersebut pun ditanggapi dalam postingan terbarunya, yang melampirkan tangkapan layar komentar akun IG tersebut.
"Tetapi apabila komen yang dikatakan oleh akun @ncokii seperti ini sudah menjurus ke fitnah, saya anggap serius dan semoga bisa ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian," tulisnya dalam postingannya.
Bupati Nina mengungkapkan, bahwa semua orang boleh memberikan tanggapan atau berkomentar, tapi tidak boleh mengandung fitnah yang tidak berdasar.
Karena bagaimana pun, kepala daerah seperti Bupati, adalah lambang negara, dan merupakan orang nomor satu di Kabupaten Indramayu. Tidak sepatutnya memuat kata-kata kasar meski di dunia maya.
Baca Juga: Viral, Beberapa Orang Berswafoto di Erupsi Gunung Semuru, Warganet: Krisis Etika
Bupati Indramayu pun mengakui bahwa dirinya tidak bosan-bosannya mengajak seluruh masyarakat Indramayu, agar dapat memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif, untuk menyebarkan berita baik. Bahkan, ia membuka diri menerima laporan dari masyarakat terkait pelayanan pemerintah daerah melalui media sosial.
"Saya juga sangat mengapresiasi keluhan-keluhan masyarakat, mungkin tidak dapat saya tanggapi satu persatu, tapi saya tindaklanjuti kepada kecamatan ataupun dinas terkait," tutur Bupati Nina, Minggu (12/12/2021).
Bupati Nina lantas melaporkan akun tersebut ke Polres Indramayu, untuk bisa ditanggapi dengan serius. Adapun laporan resmi akan dilakukan pada hari Senin besok.
"Sudah disampaikan ke Polres Indramayu untuk melaporkan, laporan resmi hari Senin (13/12/2021)," ujarnya.
Bupati Indramayu berharap, masyarakat dapat menggunakan media sosial secara bijak dan menghindari hal-hal yang dapat berdampak pada persoalan hukum.
Tag
Berita Terkait
-
Wakil Bupati Jadi Tersangka Korupsi Rp18 M, Lucky Hakim Bungkam saat Ditanya soal Keterlibatannya
-
Bukan Hoaks! Syaefudin Wakil Lucky Hakim Resmi Jadi Tersangka Korupsi Rp18 Miliar
-
Bio IG Sarwendah Kini Kosong Melompong, Benarkah Ramai Brand Putus Kontrak Akibat Isu Sombong?
-
Mengenal Instagram Plus, Apa Saja Kelebihan dan Harga Berlangganannya?
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
Mengaku Pasutri tapi Ogah Tunjukkan Buku Nikah, Pelaku Penyekapan di Bandung Dikenal Arogan
-
Ungkap Jejak Kekerasan DPO Taufik Hidayat, Polda Jabar Periksa Mantan Istri Pelaku
-
Fahira Idris Desak 7 Langkah Darurat Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Perempuan di Bandung
-
Kapolda Jabar Tegaskan Buru Taufik Hidayat: Kami Tidak Memberi Ruang bagi Pelaku Kekerasan
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku