- Seorang ketua RT harus rutin cuci darah dua kali seminggu akibat konsumsi air galon selama sepuluh tahun.
- Profesor Junaidi Khotib menyatakan paparan matahari dan penggunaan wadah berulang mempercepat peluruhan zat kimia berbahaya BPA.
- Riset Biomolecules 2021 menyimpulkan konsentrasi BPA tinggi dalam darah meningkatkan risiko berkembangnya penyakit ginjal pada pasien tertentu.
SuaraJabar.id - Sebuah unggahan di media sosial Instagram mendadak viral usai membagikan kisah seorang ketua RT yang harus rutin menjalani prosedur cuci darah sebanyak dua kali seminggu.
Kondisi memprihatinkan ini diduga berkaitan erat dengan kebiasaannya mengonsumsi air galon isi ulang selama sepuluh tahun terakhir.
Meski sanitasi depot kerap disalahkan akibat isu bakteri dan logam berat, para pakar mengingatkan adanya bahaya lain yang tak kalah serius, migrasi zat kimia Bisphenol A (BPA) dari wadah galon berbahan polikarbonat.
Dekan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Junaidi Khotib, menjelaskan bahwa BPA dapat meluruh ke dalam air akibat paparan sinar matahari, suhu tinggi, serta penggunaan wadah secara berulang.
Menurutnya, zat tersebut merupakan senyawa berbahaya yang dapat mengganggu fungsi normal sistem endokrin tubuh.
"Sistem endokrin yang terganggu, efeknya tidak langsung terasa. Namun, berbahaya dalam jangka panjang,” katanya, kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Artinya, kata dia kondisi yang sering dianggap hanya memicu lumut atau bakteri seperti galon dijemur, sudah lama digunakan, permukaannya baret, atau sering disikat juga mempercepat peluruhan BPA dari kemasan ke dalam air.
Ahli polimer Universitas Indonesia, Prof. Mochamad Chalid, menjelaskan proses tersebut sebagai putusnya ikatan pada material plastik.
“Kalau ada rantai, pasti ada mata rantai. Ibarat kalung ada mata rantai kalungnya. Nah, itu bisa terputus,” katanya.
Baca Juga: Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi
Hal yang sama diutarakan peneliti keamanan pangan Universitas Katolik Soegijapranata, Inneke Hantoro, juga menemukan bahwa penggunaan berulang meningkatkan risiko migrasi BPA.
"Semakin lama dipakai ulang, yang artinya berulang kali dibersihkan dan disikat, risiko larutnya BPA bisa lebih tinggi,” katanya.
Dampaknya bukan sekadar dugaan. Artikel ilmiah dalam jurnal Biomolecules (2021) menyimpulkan, bahwa lonsentrasi BPA yang tinggi dalam darah dapat menjadi faktor bagi berkembangnya penyakit ginjal, setidaknya pada orang dengan riwayat patologis seperti diabetes atau hipertensi.
Penelitian tersebut menunjukkan pasien diabetes tipe 2 hampir tujuh kali lebih berisiko mengalami penyakit ginjal kronis bila terpapar BPA.
Temuan dari Indonesia memperkuat kekhawatiran tersebut. Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga bahkan menerbitkan riset di jurnal AIMS Environmental Science (2025) menemukan BPA pada seluruh sepuluh merek air minum dalam kemasan galon yang diuji.
Berita Terkait
-
Siapa Ece Andi? Penjual Cilok Pelabuhanratu yang Viral Karena 'Mirip' Lionel Messi
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Sempat Bersitegang Soal Jam Pelayanan, Kasus Senam Puskesmas Patrol Berakhir Damai
-
Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi
-
57 Persen Galon Guna Ulang Melampaui Batas Pakai, DPR: Masyarakat Jangan Dibodohi Soal Bahaya BPA
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Hindari Fatherless, Anggota Komisi IX DPR RI: Ayah Harus Hadir dalam Tumbuh Kembang Anak
-
Bobotoh Meninggal dalam Kecelakaan di Tol Tegal, Persib Siapkan Penghormatan dengan Pita Hitam
-
Diduga Hendak Tawuran, 12 Pemuda di Garut Diamankan Polisi, Enam Senjata Tajam Disita
-
Polresta Karawang Siagakan 390 Personel Amankan Pilkades Digital di 67 Desa
-
Motif Pembunuhan Wanita di Kos Cigugur Tengah, Pelaku Sakit Hati Diusir