SuaraJabar.id - Dua orang anggota geng motor GBR ditangkap polisi karena diduga bertanggung jawab atas peristiwa berdarah di sebuah kos-kosan yang terletak di Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.
Kedua anggota geng motor itu diduga terlibat dalam aksi pembacoan pada Minggu (12/12/2021) lalu.
Kepala Kepolisian Resor Sukabumi Kota Ajun Komisaris Besar Polisi Sy Zainal Abidin mengatakan, satu pelaku berinisial EAK (22 tahun), berhasil diamankan di wilayah Warudoyong Kota Sukabumi sekira pukul 11.30 WIB atau kurang dari 24 jam
sejak pembacokan terjadi. Tak melakukan aksinya sendiri, EAK beraksi bersama satu rekannya.
"Pelaku lainnya berinisial RJ (21 tahun), ditangkap di wilayah Purabaya pada Kamis, 16 Desember 2021 sekira pukul 06.30 WIB," kata AKBP Sy Zainal Abidin saat konferensi di Markas Kepolisian Resor Sukabumi Kota, Selasa (21/12/2021).
Polisi mengungkap motif pembacokan tersebut merupakan balas dendam karena sebelumnya pelaku mengaku pernah dikeroyok oleh penghuni kamar kos berinisial B.
Karena tak terima dikeroyok, pelaku kemudian mencari B yang tinggal di Kos-kosan di Kelurahan Karamat, tepatnya di lantai dua kamar nomor 11 paling ujung.
AKBP Sy Zainal Abidin mengatakan, pelaku EAK dan RJ yang sudah merencanakan aksi ke alamat Kos-kosan B dengan membawa senjata tajam, malah salah sasaran.
Mereka justru menyerang dua pelajar yang saat itu sedang berada di kamar kos milik B. Kedua korban ini adalah MFSI (17 tahun) dan AM (18 tahun).
"Pelaku mengetuk pintu, saat korban membuka pintu, kedua pelaku langsung melakukan pembacokan. Pelaku saat melakukan aksinya terpengaruh minuman alkohol," ujarnya.
"Kedua korban memang ada di kamar kos sedang numpang nginap. Sedangkan yang menjadi sasaran mereka sedang tidak berada di situ," imbuh AKBP Sy Zainal.
Baca Juga: Ribuan Buruh Pabrik Garmen di Sukabumi Mogok Kerja, Ini Tuntutannya
Sebelumnya, kabar dugaan pembacokan di kamar kos ini ramai dibicarakan. Lokasi yang menjadi tempat aksi sadis itu pun sempat direkam warga.
Dalam video singkat berdurasi sembilan detik, tampak ceceran darah memenuhi lantai kos. Hingga Jumat, 17 Desember 2021, rekaman ini masih beredar di aplikasi WhatsApp beberapa warga.
Kekinian, korban dipastikan selamat dan menjalani perawatan di Rumah Sakit Setukpa Lemdikpol Polri karena mengalami luka bacok. Polisi pun telah mengamankan barang bukti sebuah pedang patimura.
Kedua pelaku dijerat Pasal 170 Ayat 2 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan luka berat dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara dan Pasal 351 Ayat 2 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban luka berat dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Berita Terkait
-
Novel Salt to the Sea: Mengenang Tragedi Maritim Terbesar dalam Sejarah
-
SMK Nusantara Pertahankan Gelar Juara, MAN 1 Sukabumi Raih Trofi Putri AXIS Nation Cup 2026
-
Doctor X Hadapi Petisi Penghentian Siaran Usai Angkat Tragedi Gwangju 1980
-
Stop Anggap Remeh Kenakalan Anak! Tragedi Pemalang Bukti Sekolah Gagal Lindungi Siswa
-
Komnas Perempuan: Kebenaran Tragedi Mei 1998 Masih Harus Dijaga dari Penyangkalan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri
-
17 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Pemilik Warung di Karawang, Ini 5 Fakta Kasusnya
-
Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas
-
Tren Self-Development di Kalangan Gen Z Menguat, 93 Persen Berminat Poles Diri
-
Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun